Tampilkan postingan dengan label Intermezo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intermezo. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 13, 2011

Kekerasan Atas Nama Agama

Kekerasan yang terjadi belakangan terutama terhadap umat Ahmadiyah dan juga kekerasan di Temanggung yang katanya ditunggangi sebenarnya tidaklah 100 persen benar. Memang perlu dicurigai tentang adanya pengerahan massa terutama tentang penyerangan umat Ahmadiyah di Banten. Namun bila melihat sejarahnya tentang ajaran Ahmadiyah di Indonesia, tentunya penyerangan seperti ini bukanlah yang pertamakali terjadi namun entah mengapa penyerangan kali ini tampaknya mendapat perhatian yang khusus. Mungkin karena adanya korban jiwa dalam peristiwa kali ini dan disinyalir adanya pembiaran oleh aparat kepolisian. Namun bila pemerintah tegas akan masalah ini, peristiwa kemarin tentunya dapat dihindari. SKB 3 mentri yang dikeluarkan pemerintah tidak secara tegas menyatakan apakah Ahmadiyah dilarang ada di Indonesia atau tidak. Hal inilah yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Masyarakat Muslim Indonesia menghendaki agar Ahmadiyah dibubarkan atau kalau tidak seperti yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia yang menyatakan bahwa Ahmadiyah merupakan alirang terlarang. Hal ini akan membuat jelas kedudukan ahmadiyah di mata hukum.
Kini dengan adanya peristiwa Cikesik, tampak seperti kaum ahmadiyah adalah kaum yang perlu dibela sedangkan bila kita melihat dari sisi agama, bahwa siapapun yang menghina dan mencemari agama adalah sah darahnya untuk ditumpahkan ke tanah. Bila ada orang yang berpikiran radikal seperti itu apa tidak tambah repot. Pemerintah hendaknya harus tegas terhadap status ahmadiyah di Indonesia. MUI yang merupakan badan yang telah menetapkan ahmadiyah sebagai aliran sesat telah membantu pemerintah dalam menentukan hal itu. Tapi entah mengapa pemerintah masih saja setengah-setengah dalam menangani hal ini.
Memang, kekerasan tidaklah dibenarkan di dalam agama apapun. Namun bila hal ini tidak segera ditanggulangi maka saya yakin biar pemerintah bertindak sekeras apapun terhadap para penyerang umat ahmadiyah kemarin di Cikesik, namun penyerangan terhadap umat ahmadiyah di Indonesia tidak akan berhenti malah akan menambah ketegangan antara umat, karena mereka yang ditahan akan dicoba untuk dikeluarkan oleh massa yang mendukungnya, seperti yang terjadi di Bogor.
Namun bila melihat kinerja pemerintah yang sangat tidak bisa diharapkan, diperlukan kesadaran dari setiap individu untuk menahan diri terhadap ahmadiyah ini. Memang, mereka telah melecehkan agama kita, namun hendaknya kita lebih berkepala dingin untuk menghadapi mereka karena kita bisa lihat karena dengan kekerasan malahan kita yang menjadi korbannya.
Saya mendukung agar ahmadiyah dibubarkan atau kalau tidak ahmadiyah tidak mempergunakan atribut Islam dalam melaksanakan kegiatannya. Apabila hal ini telah terjadi maka saya yakin tidak akan ada lagi peristiwa seperti di Cikesik maupun tempat-tempat lain.

Jumat, Desember 31, 2010

Catatan Akhir Tahun 2010

Tahun 2010 akan berakhir dalam beberapa jam lagi. Banyak yang telah terjadi dalam tahun ini baik suka maupun duka. Berbagai macam peristiwa terjadi baik di dalam maupun di luar negri.
Pada tahun ini, negara kita banyak mengalami bencana dimulai dari banjir di Wasior sampai meletusnya gunung Merapi di pulau Jawa. Satu hal yang sangat disayangkan dan perlu diperbaiki dari masalah ini adalah tidak adanya manajemen penangan bencana. Hal ini mengakibatkan tidak terkoordinasinya informasi, bantuan dan bahkan jumlah korban. Hendaknya kita mempunyai satu badan yang memang secara profesional menangani apabila terjadi bencana besar di negara kita. Dari sinilah nanti semua perintah dikeluarkan. Karena tidak adanya kejelasan seperti sekarang ini, banyak bantuan yang tersebar secara tidak merata, selain itu juga banyak korban yang tidak dapat ditangani karena tempatnya yang terpencil dan jauh dari jangkauan. Negara kita yang berada pada jalur pegunungan dan renta akan terjadinya bencana seharusnya mempunyai badan manajemen penangan bencana yang serius, karena bencana alam dapat terjadi kapan saja. Apabila masih saja belum mempunyai badan seperti itu maka jangan harap penanganan bencana yang terjadi akan teratasi dengan baik.
Di bidang politik, di tahun ini banyak bermunculan wajah-wajah para koruptor yang merugikan negara kita sampai milyaran rupiah. Selain hal itu, pada tahun ini kita semua dapat melihat bagaimana rapuhnya hukum dan penerapannya di negara kita. Di luar negri negara kita dikenal dengan "Uang adalah hal yang paling berkuasa di Indonesia, bahkan hukumpun bisa dibeli". Mulai dari Gayus yang melakukan korupsi di perpajakan, tahun ini juga runtuhnya wibawa para penegak hukum di negara kita. Dimulai dari kasus Bank Century yang membawa korban mantan mentri ekonomi Sri Mulyani dan juga wakil presiden Boediono. Dalam penangan kasus ini tampak sekali bagaimana rapuhnya penanganan hukum di negara kita. DPR yang jelas-jelas sudah menemukan fakta bahwa banyak terjadi penyimpangan dalam penyelamatan bank Century justru pada saat diserahkan ke KPK, badan yang sangat kita harapkan dapat mengurangi atau menjerat para koruptor justru menyatakan bahwa tidak ada indikasi pelanggaran dalam hal tersebut. KPK yang merupakan badan otonomi seperti hendak dilemahkan atau malah bahkan dihancurkan kredibilitasnya. Dimulai dengan vonis yang diterima ketua KPK, Antasari Azhar sampai kasus Bibit Chandra. Presiden yang dulu menyatakan sebagai orang pertama yang akan perang melawan korupsi justru pada saat seperti ini mengeluarkan pernyataan bahwa dia tidak bisa melakukan intervensi terhadap hal tersebut. Lalu muncul kasus gayus, dimana negara dirugikan milyaran rupiah oleh hanya satu orang ini. Bisa dibayangkan bahwa orang seperti gayus tidak hanya satu di departemen Perpajakan. Bahkan sampai saat ini kasus yang sudah terang benderang masih saja belum memberikan hasil sesuai dengan yang diinginkan masyarakat banyak.
Di jajaran Kepolisian. Susno Duadji yang secara terang-terangan membuka aib kepolisian malah dinyatakan sebagai terdakwa korupsi dan kini meringkuk di sel tahanana mako brimob, yang juga ditempati oelh gayus yang pada beberapa bulan lalu terbongkar bahwa para tahanan dapat keluar masuk dari tahanannya. Terlihat disini bagaiman rapuhnya mental para penegak hukum kita. Rekening gendut para jendral polisi nyata adanya namun tak pernah diselidik secara tuntas. Hal ini membuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian menurun drastis. Masih dalam bidang penegakan hukum, tidak hanya didominasi oleh para polisi namun para jaksa dan hakimpun ternyata bisa dibeli. Hal ini terungkap setelah kasus gayus muncul kepermukaan. Begitulah sekelumit kenyataan mengenai perangkat penegak hukum di Indonesia.
Pada tahun ini, menjadi tahun yang sangat menyakitkan dan memalukan bagi beberapa artis kelas atas di negara kita. Mulai dari perceraian Krisdayanti dengan Anang yang berakhir dengan banyak kontroversi. Namun yang paling naas adalah tersebarnya video porno yang diperankan oleh Ariel Peterpan dengan Luna Maya dan juga Cut Tari. Hal ini sempat menjadi perhatian utama masyarakat kita, bahkan sampai ke luar negri melalui twitter. Sampai saya menulis catatan ini, kasus ariel masih terus berlangsung dengan kemungkinan sangat kecil bagi ariel untuk bebas. Sedang untuk Luna Maya dan Cut Tari masih belum jelas. Di tahun ini juga merupakan tahun comeback-nya anang ke ranah entertainment dengan bernyanyi berdua dengan Syahrini. Duo ini sempat mengambil hati banyak pencinta musik dinegara kita. Setelah sukses besar dengan Syahrini, Anang kini mulai berniat untuk memasukkan anaknya Aurel dalam bisnis pertujukan dan kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya. Pada tahun 2010 musik Indonesia tidak mengalami perubahan yang signifikan, masih didominasi dengan banyak munculnya band baru dengan materi lagu yang hampir seragam. Hal ini terjadi melihat suksesnya ST 12, Kangen Band, Wali dan band sejenis yang menyuguhkan musik melayu. Dengan kata lain tahun 2010 masih belum terjadi perubahan ke arah yang lebih baik bagi perkembangan musik di Indonesia malah bisa dibilang kondisinya stagnan atau bahkan mengalami kemunduran.
Di bidang olah raga. Sepakbola yang memang merupakan olah raga masyarakat luas, kembali dapat menyatukan dan membangkitkan rasa nasionalisme masyarakt kita setelah timnas mampu menuju final piala AFF. Euphoria yang terjadi setelah mulai dari babak penyisihan Timnas mampu memberikan penampilan yang impresif justru terjadi kebalikannya pada partai final. Final yang menerapkan sistem Home dan Away membuat timnas akhirnya hanya mampu menjadi runner-up dikejuaraan ini. kekalahan 3-0 di stadion bukit jalil hanya mampu dibals 2-1 oleh timnas sehingga malaysia menang dengan agregat 4-2. Namun penampilan timnas tampaknya mempunyai potensi untuk masa mendatang. Selain kini kita juga sudah memulai sistem naturalisasi bagi para pemain bola di luar negri yang merupakan keturunan Indonesia namun juga semakin membaiknya para pemain muda sehingga diharapkan dapat membawa angin positif bagi timnas di masa depan. Itu didalam negeri, di luar negri Inter Milan menjadi tim Italia pertama yang berhasil meraih treble winner setelah menghempaskan bayern di final champion dan meruntuhkan barca di semifinal. Rossi yang telah lama membela Yamaha akhirnya pada akhir musim balapan 2010 mengucapkan perpisahan dan akan membelah Ducatti pada musim balapan berikut. Namun dari semua itu Piala Dunia menjadi momen paling bersejarah di tahun 2010. Penyelenggaraan PD tahun ini menjadi penyelengaraan pertama di benua Afrika setelah Afsel ditunjuk menjadi tuan rumah. Di partai final Spanyol akhirnya mampu menaklukkan tim oranye melalui perpanjangan waktu melalui gol yang dilesakkan oleh Iniesta. Spanyol meraih trophy Jules Rimet untuk pertama kalinya dan disandingkan dengan trophy juara Eropa.
Itulah sekelumit catatan tentang beberapa hal yang terjadi pada tahun 2010. Mungkin masih banyak hal lain yang terjadi dan tidak masuk dalam catatan ini, itu karena saya saat ini hanya mengingat hal tersebut. Akhir kata semoga tahun 2010 membawa perubahan postif bagi kita semua dan tahun baru yang akan datang semoga membawa kebaikan bagi kita semua. Amin. Wassalammuaikum WR WB

Rabu, Desember 29, 2010

Apa Benar Tanggal 26 Merupakan Hari Sial Bangsa Kita

Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan bahasa juga agama tentunya beberapa diantaranya mempercayai hal-hal supranatural seperti judul diatas. Melihat perjalanan dan perkembangan agama di Indonesia sebelum masuknya Hindu maupun Budha ke Nusantara, manusia zaman dulu lebih mengenal apa itu yang disebut Animisme dan Dinamisme. Mereka percaya bahwa hal-hal yang diluar jangkauan pemikiran mereka merupakan Tuhan ataupun sesuatu yang harus dihormati dan ditakuti.
Namun pada zaman sekarang ini yang katanya sudah penuh dengan teknologi ternyata sebagian rakyat kita masih saja mempercayai hal-hal semacam itu. Entah sengaja atau kebetulan, tentunya bencana alam terjadi bukan karena sengaja, namun mulai dari banjir di Wasior, meletusnya gunung Merapi ataupun gempa di Nias, semua itu terjadi pada tanggal 26. Hal ini menjadi semakin dipercaya oleh banyak orang setelah timnas kita yang bermain sangat superior di ajang AFF, setelah mencukur telak Malaysia di Gelora Bung Karno tidak mampu berbuat banyak di stadion Bukit Jalal. Tim Nasional kita kalah telak 3-0 dan pertandingan itu berlangsung pada tanggal 26 Desember. Wow sungguh hal yang tampaknya sangat tidak mungkin apabila memang tanggal 26 merupakan hari sial bagi bangsa kita.
Tapi percaya tidak percaya, yang harus kita percayai adalah iman kita kepada Allah SWT, bahwa semua itu terjadi karena kehendaknya dan tidak ada hari sial karena semua ini mungkin terjadi secara kebetulan walaupun kebetulan yang terjadi terus menerus.

Sabtu, November 06, 2010

Indonesia Menangis

Bencana datang silih berganti menghantam negara kita yang tercinta ini. Mulai dari banjir bandang di Wasior kemudian bencana tsunami yang melanda Mentawai dan yang terakhir dan paling banyak memakan korban jiwa adalah meletusnya Gunung Merapi. Baru saja kita berduka dengan kejadian di Wasior dimana banjir itu telah meluluhlantakkan banyak rumah sehingga banyak dari warga Wasior yang mengungsi tiba-tiba datang tsunami di Mentawai. Bencana tsunami ini sebenarnya sudah diperingatkan oleh BMKG setempat namun setelah satu jam tidak menunjukkan tanda-tanda akan terjadi, maka pernyataan tersebutpun dicabut, namun apa nyana tak lama setelah peringatan itu dicabut, datanglah bencana itu. Tsunami menghantam bagian selatan dan utara pulau Pagai di kepulauan Mentawai.
Yang menjadi masalah dalam memberikan bantuan ke Mentawai adalah karena tidak menentunya cuaca di sekitar kepulauan tersebut selain itu daerah-daerah yang paling banyak jatuh korban terletak di daerah yang terisolir dan sangat susah untuk memberikan bantuan ke daerah tersebut. Para sukarelawan yang ingin membantu bahkan tertahan di Bengkulu karena pesawat yang akan membawanya tidak berani terbang karena cuaca ekstrem yang tidak menentu. Namun dibalik menderitanya korban tsunami, pemimpin daerah Sumatera Barat bukannya menjadi orang nomor satu untuk menggerakkan bantuan menuju daerah tersebut namun gubernur Sumetera Barat malah terbang ke Jerman untuk memberikan presentasi potensi daerahnya kepada gubernur Bavarian. Saya tidak tahu apakah beliau ini mempunyai hati atau tidak, namun apapun alasannya bahwa hal itu dilakukan untuk mensejahterakan Sumbar namun seharusnya beliaulah yang menjadi orang yang menggerakkan bantuan kepada para korban yang sangat membutuhkan bantuan makanan dan obat-obatan.
Belum selesai kesedihan di Sumbar, Gunung Merapi di Jawa Tengah malah menyemburkan kemarahnnya. Abu panas yang dihasilkan oleh letusan gunung tersebut atau sering disebut "Wedus Gembel" semakin banyak mengambil korban. Sebelumnya daerah yang harus dikosongkan adalah sejauh 3 km dari kaki gunung merapi, namun kamis kemarin terjadi letusan yang sangat besar yang menyebabkan abu panas tersebut mencapai lebih dari 15 km. Kini daerah yang dianggap aman adalah 20 km dari kaki merapi. Letusan yang tidak diduga-duga tersebut banyak memakan korban karena sebelumnya Badan Vulkanologi telah menyatakan bahwa daerah berbahaya hanya sejauh 3 km, namun pada kenyataannya letusan pada tengah malam tersebut mengeluarkan debu panas hingga mencapai 18 km lebih. Rumah sakit disekitar daerah bencana penuh dengan korban yang kebanyakan mengalami luka bakar. Selain debu panas, Merapi juga mengeluarkan abu vulkanik yang karena hujan mengakibatkan lumpur yang tidak sedikit dan juga aliran lahar dingin yang sangat membahayakan.
Entah apa yang telah kita lakukan, apa yang telah negara kita lakukan namun hendaknya hal ini menjadi awal yang baik bagi kita semua dimana kita harus ikhlas menerima ini semua dan bersatu untuk memberikan bantuan kepada para korban. Hendaknya pemimpin negara ini setelah bencana yang beruntun ini akan membentuk suatu badan yang memang mengurusi masalah bencana sehingga bantuan kepada para korban tidak serampangan dan mampu mencapai semua daerah. Kini yang terjadi para sukarelawan tidak tahu apa yang harus dilakukan karena tidak adanya komando yang memberitahukan apa yang harus mereka lakukan.
Mungkin ini semua teguran dari Sang Maha Kuasa agar kita semua lebih meningkatkan ketaqwaan kepada-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Rabu, Juni 30, 2010

Mana Lebih Penting

Belakangan ini hampir semua media memberitakan mengenai aksi dari sang vokalis Peterpan, Ariel yang katanya melakukan aksi pornografi dengan banyak wanita diantaranya Luna Maya dan Cut Tari. Yang menggangu saya dari pemberitaan ini adalah bahwa kini semua orang dan lapisan masyarakat sudah salah kaprah. Tidak hanya pemberitaan isinya hanya dimonopoli oleh Ariel cs tapi juga ekses negatif yang timbul dari pemberitaan yang berlebihan itu.
Bahkan organisasi agama seperti FPI lantang menyuarakan anti pornografi ini. Nah hal inilah yang saya bilang salah kaprah. Menurut saya justru orang-orang yang berteriak itulah yang lebih porno dibanding Ariel cs. Mengapa demikian? karena mereka yang berteriak menentang itu tentunya menonton film tersebut, tidak lucu bila mereka berteriak dengan sangat lantang tanpa pernah melihat film tersebut. Justru Ariel cs membuat film tersebut untuk keperluan pribadi.
Selain itu dengan maraknya pemberitaan mengenai hal ini, banyak hal lain yang lebih penting yang terbengkalai atau bahkan sengaja ingin dilupakan. Satu lagi yang saya sayangkan adalah akibat pemberitaan yang berlebihan dari infotainment bahkan kini anak kecil yang belum saatnya tau hal mengenai hubungan intim, kini tahu dan bahkan ibu-ibu pengajian seperti penasaran untuk melihat film tersebut. Disini saya melihat bahwa moral bangsa kita telah terdegradasi dengan sangat hebatnya. Bagaimana mungkin anak TK yang seharusnya hanya tahu membaca dan berhitung, kini justru pergi ke warnet untuk mencari film mengenai Ariel cs tersebut. Sedih saya melihat hal ini sampai terjadi di negara tercinta kita ini.
Hukum telah berjalan, biarlah hukum itu yang memberikan keadilan bagi Ariel cs, bukan dengan terus menerus memberikan porsi utama bagi setiap media untuk berita ini. Masih banyak hal lain yang lebih penting dibanding kelakuan tak bermoral Ariel cs tersebut. Dan buat mereka yang lantang berteriak ya mbok berkaca lebih dulu, justru andalah yang lebih porno dibanding Ariel cs.
Negara kita ini sudah diambang melorotnya moral bangsa. Hal yang penting dan membawa pengaruh bagi masyarakat luas seperti tabung gas konversi yang masih jauh dibawah standar hingga memakan banyak korban justru mendapat porsi yang sedikit. Bahkan korupsi yang dilakukan Gayus malah seperti tenggelam untuk nantinya malah terlupakan. Disini medialah yang paling bertanggung jawab. Media adalah corong bagi masalah yang ada di masyarakat, jadi apapun yang diberitakan oleh media itulah yang menjadi bahan pembicaraan masyarakat.
Kalau saya lihat, media kita masih seperti anak kecil dan tidak profesional. Media kita seakan-akan hanya ingin mencari sensasi sehingga bisa meningkatkan oplah dari perusahaannya tanpa memperhatikan akibat dari pemberitaannya. Banyak wartawan, terutama wartawan infotainment yang sangat tidak profesional, dengan memberitakan hal-hal yang bersifat fitnah dan juga tingkah laku mereka yang sangat liar apabila sedang mencari berita. Antara wartawan dan artis atau siapapun hendaknya meruapakan hubungan simbiosis mutualisme atau salig menguntungkan, tapi kini yang terjadi justru simbiosis parasitisme dimana para reporter justru mencari nafkah diatas penderitaan sang artis.
Lebih baik kita berkaca lebih dulu, sebelum berteriak menghujat orang lain, karena sesungguhnay kita belum tentu lebih baik dari orang yang kita hina ataupun hujat.

Rabu, Maret 31, 2010

Update Status

Beberapa hari belakangan ini saya selalu tertawa sendiri bila membaca update status dari teman-teman saya. Bukan karena apa yang mereka tuliskan itu lucu akan tetapi kelucuan itu timbul karena seharusnya mereka tidak menulis update tersebut. Banyak dari mereka yang bahkan untuk sesuatu urusan yang personalpun dituliskan di facebook. Memang tidak ada larangan bagi siapapun untuk menulis apapun di facebook asal mereka dapat mempertanggungjawabkan tulisan mereka itu. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka. Tentunya siapapun itu, tahu bahwa status mereka itu akan dibaca oleh teman-temannya sesuai dengan settingan masing-masing orang dan tentunya sipenulis mengharapkan agar apa yang dia tulis akan dibaca oleh teman-temannya. Nah disinilah timbul masalah itu. Ya mungkin tidak untuk semua orang, tapi bagi saya sungguh lucu dan menggelikan. Bagaimana mungkin, seorang teman kita yang dulunya bahkan hampir kita tidak kenal karena lain tongkrongan atau selalu ada dibarisan belakang pada saat ada acara-acara tertentu, tapi kini dengan sigapnya selalu menuliskan apapun yang dia lakukan setiap menit, jam bahkan detik(ngak mungkin kali ya). Saya bukanlah orang yang apatis, tapi menurut saya apa yang mereka lakukan itu menunjukkan bahwa mereka masih membutuhkan pengakuan terhadap dirinya baik melalui kegiatannya ataupun tingkat ekonominya.
Saya berpendapat bahwa dengan usia sekarang ini yang lebih dari 30 tahun, telah menikah dan telah melewati berbagai macam pengalaman hidup selama ini, apa lagi yang perlu kita cari, karena kini saatnya untuk settle down dan mengurus hidup untuk kekeadaan yang lebih baik di masa mendatang. Tapi ternyata ada bahkan banyak dari teman-teman sejawat saya yang masih membutuhkan pengakuan diri. Itu bisa terlihat dari status mereka di fb. Mereka dengan sigapnya menuliskan mereka makan siang dimana dan makan apa, atau dimana mereka akan menghabiskan weekend ini atau yang lebih parah lagi ada yang menuliskan kapan mereka buang hajat.
Apapun itu, saya mendukung kebebasan berbicara dan berpendapat namun mungkin bisa sekiranya agar kita mampu untuk lebih dewasa sedikit dalam bertindak.

Minggu, November 29, 2009

Era Digital

Kemajuan teknologi memang tidak dapat dibendung lagi. Dengan kemajuan ini diharapkan agar para penggunanya dapat lebih mudah untuk mengakses ataupun menggunakan teknologi tersebut. Segala sesuatu yang dulunya harus dilakukan secara manual dan analog kini sudah berganti dengan produk digital yang hasilnya lebih baik dan outputnyapun dapat langsung kita terima. Pemutar musik yang dulu didominasi oleh Tape ataupun CD kini telah beralih ke MP3 ataupun Ipod yang berbasis digital. Perkembangan dunia digital ini boleh dibilang merambah ke hampir semua bidang kehidupan.
Salah satu yang menarik perhatian saya beberapa waktu belakangan ini adalah alat untuk membaca Ebook yang sampai saat ini belum bisa didapatkan di Indonesia dan kalaupun ada barang itu merupakan pesanan yang didapat dari luar negri ataupun didapatkan disini tapi dengan harga yang selangit. Salah satu alat untuk membaca Ebook yang kini sedang menjadi trend di Amerika adalah Kindle yang dikeluarkan oleh Amazon. Melihat semakin bergairahnya pasar terhadap produk ini Barnes&Nobles pun tidak mau tinggal diam dengan mengeluarkan produk sejenis yang diberi nama Nook. Ebook Reader memang tidak hanya didominasi oleh 2 perusahaan tersebut, Sony juga telah mengeluarkan beberapa varian Ebook Reader dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Kalau anda adalah seorang penggila buku ada baiknya untuk memiliki produk ini. Selain karena kapasitas memorynya yang mampu menampung sampai ribuan buku tapi juga sifatnya yang ringan dan dapat dibawa kemana saja sehingga tidak begitu menggangu aktifitas kita. Sebenarnya membaca Ebook bisa dilakukan dengan menggunakan smartphone. Saya membaca Ebook dengan menggunakan HP Nokia 9300 yang dilengkapi dengan software Adobe sehingga bisa membaca file dengan format pdf. Untuk Ebook Reader, saya kini memilih Sony Pocket Reader PRS-900.

Kamera SLR yang dulunya sangat sulit untuk dikuasai, kini dengan semakin majunya dunia fotografi telah memudahkan para pemula untuk ikut serta dalam kegiatan fotografi ini. Telah banyak vendor yang mengembangkan produk yang ramah dengan para pemula. Nikon mengeluarkan seri Nikon D3000KIT, Canon dengan EOS 1000D KIT dan Sony dengan Alpha 230. Rata-rata harga kamera DSLR ini tidak lebih dari 6 juta. Untuk kamera digital SLR saya cenderung menggunakan Sony Alpha 230 dengan tambahan lensa 55-200, karena saya rasa produk ini sudah cukup baik untuk menghasilkan foto yang saya inginkan.

Satu lagi produk yang ingin saya sampaikan disini, yaitu TV pocket yang menarik minat saya. Saya tertari dengan produk ini saat melihat seri House dimana dia sering sekali menonton acara TV dari sebuah TV pocket. Untuk gadget yang satu ini saya cenderung menggunakan produk Casio, selain layarnya yang cukup baik dan juga harganya tidak terlalu tinggi.

Sungguh era digital memang sangat membantu kita walaupun untuk menikmatinya kita harus merogoh kocek cukup dalam.

Rabu, November 11, 2009

Berkurangnya Budaya Baca

Saya masih ingat dulu bagaimana senangnya hati saya melihat buku yang baru saja dibelikan oleh orang tua saya sepulang mereka bekerja dari kantor. Sampai sekarang saya masih menyimpan koleksi buku-buku saya. Majalah mulai dari Bobo pada saat saya masih di SD dan kemudian menanjak ke majalah HAI pada saat remaja. Boleh dibilang pada zaman dulu pilihan yang ada masih minim. Kesenangan membaca ini dimulai dengan seringgnya saya dibelikan buku bergambar seperti Tin Tin, Lucky Luke dan semacamnya. Menjelang remaja saya mulai menggemari novel-novel remaja seperti Lima Sekawan, Trio Detektif dan lainnya. Hobi membaca ini menular ke adik saya, ini bisa dilihat dari koleksi komik Tiger Wongnya yang menghiasi perpustakaan pribadi saya.
Melihat contoh ini bisa dibilang budaya membaca itu haruslah dimulai sejak kita masih kecil. Walaupun pertama-tama hanya berupa gambar-gambar, namun ketertarikan untuk membaca akan berkembang seiring kemampuan pemahaman seseorang. Sungguh miris bila kita melihat bagaimana sekarang budaya membaca sudah mulai tersingkir dan generasi sekarang lebih tertarik kepada game ataupun televisi. Game bukanlah hal yang tabu ataupun negatif dalam perkembangan anak. Pada masa saya kecil dulupun saya punya yang namanya Atari, Nintendo ataupun Sega, tetapi alat-alat elektronik itu hanya merupakan alternatif bukan merupakan sesuatu yang addict ataupun membawa pengaruh negatif. Kotak kecil yang bernama televisi memang sudah merubah paradigma masyarakat kita. Apalagi sekarang dengan adanya internet, sungguh suatu lompatan yang besar dalam budaya masyarakat dunia pada umumnya dan Indonesia khususnya. Internet telah memberi kita semua informasi yang kita butuhkan tanpa ada sekat ataupun batasan.
Memang bagus bila kita melihat bagaimana generasi sekarang mampu beradaptasi selaras dengan perkembangan teknologi. Namun bila dengan hal tersebut, keinginan untuk membaca menjadi berkurang sangat disayangkan. Buku adalah jendela ilmu, hal ini sudah merupakan hal yang tidak bisa diganggugugat. Dengan membaca maka pengetahuan kitapun akan bertambah. Mungkin apa yang saya ungkapkan ini masih bersifat normatif dan belum lebih spesifik memberikan arti pentingya membaca dalam perkembangan diri seseorang. Namun bila kita tidak memberikan perhatian yang lebih terhadap kegemaran anak kita akan membaca tentunya akan berpengaruh terhadap perkembangan jiwa dan kecerdasannya.
Dengan semakin majunya teknologi dan semakin banyaknya pilihan, harusnya budaya membaca itu semakin berkembang, namun kenyataannya semua itu berbanding terbalik. Justru dengan semakin banyaknya pilihan malah membuat konsumen menjadi bingung untuk menentukan pilihan bacaan yang tepat. Untuk menyelesaikan studi kita sampai perguruan tinggi, maka budaya membaca itu masih dan terus kita perlukan dan bahkan kalau perlu sampai akhir hayatpun, budaya membaca ini jangan hilang dari diri kita.

Musim Hujan = Banjir

Memasuki bulan November tahun ini para penduduk Jakarta yang tinggal di bantaran sungai sudah mulai merpersiapkan diri untuk kedatangan tamu tahunan yang selalu setia datang mengunjungi mereka. Tidak bisa dipungkiri bahwa banjir itu walaupun kiriman akan tetapi sudah menjadi hal yang biasa bagi sebagian orang. Bahkan di daerah sekitar pelabuhan Muara Karang, banjir sudah menjadi makanan sehari-hari,karena banjir yang terjadi di daerah mereka bukan disebabkan oleh adanya kiriman dari Bogor akan tetapi karena adanya pasang surut air laut.
Fauzi Wibowo dalam kampanyenya mengatakan bahwa banjir merupakan target utama yang harus dibenahi dalam masa kepemimpinannya. Memang sekarang ini pengerjaan Banjir Kanal Timur yang sebelumnya tersendat sudah mulai dilaksanakan lagi. Akan tetapi pembuatan BKT dan BKB ini bukan menjadi jalan keluar satu-satunya untuk mengatasi masalah banjir di Jakarta. Sebenarnya banjir yang terjadi di Jakarta lebih disebabkan oleh minimnya kesadaran masyarakat yang tinggal di DAS tersebut dan juga tidak bekerjanya saluran drainase yang mengalirkan air buangan ke sungai. Kesadaran masyarakt yang masih rendah yang masih saja membuang sampah ke sungai merupakan faktor utama yang membuat sungai menjadi terhambat alirannya. Bisa dilihat di pintu air Matraman bagaimana sampah yang terperangkap di pagar besi itu hampir menutupi pagar tersebut. Selain sampah yang sudah tidak terkendali, pendangkalan sungai juga terjadi hampir merata di sepanjang Kali Ciliwung yang merupakan sungai terbesar yang mengaliri kota Jakarta. Pengerukan dasar sungai hendaknya juga menjadi prioritas bagi Pemkot Jakarta. Dengan pengerukan ini diharapkan debit air bisa lebih tinggi sehingga alirannya bisa lebih lancar.
Drainase yang ada diseluruh penjuru kota juga perlu diperbaiki. Kita bisa melihat bagaimana gorong-gorong atau saluran yang ada di pinggir jalan hanya menjadi tempat sampah besar dibanding sebagai saluran air. Ini hendaknya menjadi perhatian juga bagi pemkot Jakarta. Pengerjaan saluran drainase ini yang dilakukan oleh PU sering dalam pengerjaannya tidak sesuai dengan anggaran yang ditetapkan. Bagaimana kita bisa mengharapkan air itu akan mengalir bila kemiringan saluran tersebut ataupun pengerjaan saluran tersebut tidak benar.
Masalah banjir ini memang bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama. Dimulai dari unit terkecil yaitu diri sendiri dengan membiasakan diri untuk tidak membuang sampah sembaarangan ke kali ataupun sungai. Lalu ke unit yang lebih besar, keluarga dan seterusnya. Semua itu harus dimulai dari diri kita sendiri, seperti yang diungkapakan Michael Jackson dalam salah satu lagunya, "Man in the mirror". Semoga saja tahun ini tidak lagi terjadi banjir di kawasan Sudirman yang merupakan daerah utama atau boleh dibilang daerah elite di Jakarta. Bagaimana kita bisa mengharapkan bahwa tidak akan terjadi banjir di wilayah lain bila CBD utama Jakarta saja tidak bebas banjir.

Senin, November 09, 2009

PLN, Mana Tanggungjawabmu???

Sudah seminggu ini wilayah di Jakarta mengalami pemadaman bergilir oleh PLN. Walaupun apa yang terjadi di Jakarta tidak separah di daerah lain seperti Medan namun cukup mempengaruhi kegiatan warga kota. Yang pasti dengan pemadaman ini akan menambah biaya produksi bagi sektor yang bergantung kepada lancarnya pasokan listrik. Buat kita sebagai orang rumahan dan kantoran, pemadaman ini membuat udara yang panas akhir-akhir ini semakin menyiksa karena tidak berfungsinya AC.
Dimanakah tanggungjawab PLN sebagai satu-satunya penyedia listrik bagi seluruh rakyat Indonesia. Ya memang berdasarkan aturan pasal 33 UUD 45 menyebutkan bahwa hal-hal yang menyangkut hasrat hidup orang banyak dikuasai oleh negara, tapi melihat ketidakmampuan PLN untuk menyediakan listrik sangat mengganggu. Turut sertanya pihak swasta dalam penyediaan listrik ini memang tidak dimungkinkan, karena hanya PLN yang diperbolehkan oleh negara dan berdasarkan UU yang ada. Tapi melihat kenyataan di lapangan hendaknya pemerintah membuka tangan sebesar-besarnya untuk menerima investasi dari luar atau pihak swasta dan tentunya dengan aturann yang dibuat oleh pemerintah. Investasi adalah salah satu cara untuk mengatasi pembiayaan yang diperlukan. Sedangkan alternatif lain ialah memanfaatkan secara maksimal pendapatan dari iuran pelanggan, karena apabila semua berjalan dengan baik dan benar maka pernyataan PLN merugi tidaklah mungkin terjadi. Selain itu juga hendaknya masyarakat menyadari bahwa pencurian listrik itu tidak hanya merugikan PLM tapi juga kita sebagai pelanggan PLN.
Dibutuhkan kerjasama dari pemerintah, instansi yang terkai dalam hal ini PLN dan masyarakat agar listrik tersedia untuk seluruh warga negara Indonesia. Proyek 1 juta watt yang baru dicananangkan semoga bisa cepat terlaksana.

Minggu, November 08, 2009

Empati Tanpa Esensi

Banyak dukungan yang diberikan kepada Bibit dan Candra Hamzah. Tidak hanya melalui demonstrasi dan unjuk rasa namun juga dukungan dari dunia maya. Hal ini terbukti dengan dukungan dari para Facebookers yang mencapai melebihi 1 juta orang. Memang dukungan ini sangat berarti karena ini menunjukkan bagaimana sebenarnya pandangan masyarakat terhadap kasus ini. Namun ada satu yang sangat disayangkan apabila dukungan itu diberikan tanpa ada pengertian yang jelas terhadap kasus tersebut. Bisa dilihat bahwa dukungan dari dunia maya ini hanya bersifat ikut-ikutan. Mengapa saya bilang ikut-ikutan, karena bila melihat mayoritas dari para pengguna facebook tersebut yang notabene hanyalah mereka yang sebenarnya sangat sedikit ketertarikannya pada dunia politik ataupun dunia hukum. Kebanyakan dari mereka hanya ikutan mendukung tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi dan juga tidak mengikuti apa yang sedang terjadi mengenai kausus ini.
Bila dukungan seperti ini yang digadang-gadangkan oleh banyak media, sangat disayangkan apabila tujuan untuk mencerdaskan anak bangsa melalui media komputer tidak akan tercapai. Kita harus jujur bahwa generasi muda sekarang adalah generasi yang konsumerisasinya sangat tinggi, hal ini karena pengaruh informasi yang tidak bisa dibatasi lagi dengan adanya dunia internet. Generasi sekarang adalah generasi yang hanya bisa meniru tanpa bisa mencipta. Inilah yang saya takutkan bila dukungan terhadap KPK ini seperti itu pula. Bila nanti, dengan adanya upaya yang kuat dari polisi untuk memenjarakan Bibir dan Candra dan karena tidak ingin kehilangan muka di depan masyarakat, sehingga bukti-bukti yang kuat bisa disediakan oleh polisi. Apa para facebooker itu masih mau dan terus mendukung KPK. Apakah dukungan itu akan menjadi kontraproduktif. Mengapa hal ini bisa terjadi. Dengan adanya facebook tersebut setiap orang bisa menyuarakan pendapatnya mengenai kasus ini. Kata-kata yang tidak pantas banyak bisa kita baca dari berbagai komentar terhadap kasus ini. Sudah ada contohnya bagaimana seorang brimob dari palembang yang merasa tersinggung karena hal ini. Nah inilah yang saya takutkan. Kebebasan berbicara yang tidak mempunyai batasan yang bisa menengahi ini semua. Masyarakat kita dikenal berbicara dulu tanpa berpikir.
Ya semoga semua ini akan berakhir dengan baik dan semoga kebenaran benar-benar akan terungkap tanpa menyakiti banyak pihak.

Senin, Oktober 26, 2009

Kontroversi Klub Poligami di Indonesia


Beberapa hari belakangan ini kita dikejutkan dengan adanya peresmian pembukaan klub poligami global ikhwan di Bandung. Hal ini sungguh menjadi kontroversi dikalangan masyarakat kita yang sangat menentang hal tersebut. Sampai-sampai mentri perempuan dan MUI mengeluarkan pernyataan keras mengenai hal ini. Klub poligami ini merupakan cabang dari klub serupa yang ada di negeri jiran yang katanya telah memiliki anggota mencapai 300 orang.
Memang poligami tidak dilarang oleh agama kita. Seseorang diperbolehkan untuk melakukan poligami apabila bisa bertindak adil terhadap para istri-istrinya. Keadilan yang disebut disini adalah keadilan lahir bathin dan itu mutlak harus dilakukan oleh mereka yang berpoligami. Kenyataan bahwa kita adalah mahluk yang mempunyai keterbatasan maka kata adil itu sudah pasti tidak akan tercapai. Sedangkan rasa adil yang dirasakan oleh setiap manusia berbeda, oleh sebab itulah mengapa manusia paling tinggi derajatnya, karena kemampuannya untuk merasakan empati dan simpati yang berbeda antara satu dan lainnya.
Banyak dari mereka yang telah berpoligami mengaku melakukan hal tersebut untuk menghindarkan zinah. Saya memang bukan ahli dalam bidang agama dan juga bukan seorang ahli kitab, tapi menurut saya untuk menghindarkan perbuatan zinah bukan dengan cara melakukan poligami. Masih banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk menghindari hal tersebut. Harta dan kekuasaan memang sangat besar pengaruhnya terhadap seseorang. Setelah kekayaan menumpuk maka keinginan untuk berpoligamipun akan muncul. Memang, tidak semua orang seperti itu, tapi banyak contoh bahwa hal itu terjadi antara lain karena faktor tersebut.
Saya mendukung pelarang pendirian klub tersebut di Indonesia. Deklarasi atau pernyataan terhadap klub ini sebenarnya justru akan melemahkan pandangan pihak lain terhadap agama kita. Walaupun memang hal itu tidak dilarang akan tetapi bukanlah suatu hal yang bijaksana untuk menyebarluaskan hal seperti itu. Pihak lain yang memang tidak suka dengan kita akan mempunyai celah untuk menyerang kita. Selain itu dengan adanya peresmian tersebut justru memperlihatkan sikap ria dari mereka yang melakukannya.
Satu yang saya sayangkan, mengapa mereka-mereka yang melakukan poligami itu justru mereka-mereka yang sangat tahu agama, seperti ustadz ataupun kyai pemimpin pesantren. Bukankah mereka seharusnya memberi suri tauladan bagi para jemaahnya. Ya seperti lagunya serious, "Ustadz juga manusia".

Minggu, Oktober 25, 2009

Sopan Santun Di Jalan Raya

Kesopanan tidak hanya diperlukan pada saat kita berinteraksi dalam kehidupan keseharian saja tapi juga pada saat kita berkendara. Sekarang ini bisa dibilang makin banyak orang di jalan raya yang tidak tahu tata krama dan ugal-ugalan dalam membawa kendaraannya. Tidak hanya hal itu membahayakan dirinya sendiri tapi juga bisa membahayakan orang-orang lain yang ada disekitarnya. Dengan semakin mudahnya seseorang untuk mendapatkan kendaraan terutama motor membuat pertambahannya sudah tidak terkendali lagi. Sekarang ini jalan di Jakarta yang ada sudah tidak mampu lagi menanggung beban kendaraan yang ada di ibukota ini.
Sebelumnya saya nyatakan bahwa saya bukanlah orang yang anti sosial ataupun sarkastik, namun melihat polah dan tingkah laku pengendara terutama motor di jalan raya seakan menunjukkan kualitas manusianya. Hanya dengan uang DP sebesar 300 ribu, seseorang sudah dapat membawa motor ke rumah dan dengan melalui jalan belakang atau melalui calo mereka bisa mendapatkan SIM dengan mengeluarkan biaya tidak lebih dari 500 ribu. Hal inilah yang membuat semakin banyak orang yang tak tahu diri di jalan raya. Hendaknya mereka sadar akan kemampuan dan kualitas diri sendiri. Mungking memang belum saatnya mereka itu mempunyai kendaraan sendiri. Dalam berkendara di jalan raya kita tidak hanya mementingkan diri sendiri tapi juga harus waspada terhadap keadaan disekitar kita. Ada saat kita harus berhenti untuk memberi jalan kepada orang lain dan ada saat kita harus melaju lebih cepat. Kita tidak bisa seenaknya berada di sisi kanan jalan tapi mengemudikan kendaraan secara lambat. Banyak motor yang ada sekarang ini seenaknya saja berada di tengah jalur kendaraan roda empat dan satu yang saya tidak habis fikir, kenapa para pengendara motor itu sepertinya haram untuk menekan pedal rem. Selama masih ada sela atau ruangan di depan, maka para pengendara motor itu akan berusaha sekuat tenaga untuk salip kana salip kiri, sehingga mereka selalu harus ada di depan kendaraan yang lain. Ada satu lagi kelebihan pengendara motor di Jakarta atau malah di Indonesia, mereka hanya menggunakan kaca spion hanya sebagai formalitas atau hanya sebagai hiasan belaka. Malah ada sebagian pengendara yang tidak memakai spion sama sekali. Spion diciptakan sebagai alat agar kita dapat mengetahui bagaimana keadaan di belakang kita. Tapi para pengendara motor di jalan tampak 100 persen yakin bahwa tidak akan ada apa-apa dibelakangnya dan kalaupun ada mobil dibelakangnya, maka si mobil harus rela untuk memberikan jalan kepada sang motor. Hey wake up guys. Kita adalah bangsa yang beradab. Tidak ada alasan bahwa si pengendara mobil harus mengalah pada si motor apabila keadaannya memang mengharuskan si motor untuk memberi jalan kepada si mobil. Memang ada aturan tak tertulis yang menyatakan urutan di jalan raya. Pejalan kaki adalah raja diatas segala raja baru motor kemudian kendaraan roda empat. Selama para pengguna jalan itu tahu posisi dan keberadaannya, tentunya saling adu otot atau saling umpat di jalan raya tidak akan terjadi.
Bukan hanya para pengendara motor yang tidak tahu diri pada saat di jalan raya. Sekarang ini banyak pengendara mobil yang sepertinya memang belum pantas untuk membawa kendaraan. Kembali lagi bahwa di jalan raya itu ada tata krama yang setidaknya menjadi petunjuk bagaimana berkendara yang baik. Bagaimana mereka bisa tahu tata cara berkendara di jalan raya apabila surat ijin mengemudinyapun didapat dengan menyogok oknum polisi. Bagaimana mereka tahu rambu-rambu apakah yang harus dipatuhi dan tidak apabila memang kualitas pemikirannya belum sampai kepada tahap bahwa kita tidak sendiri dijalan raya. Kalaupun memang harus salip kiri salip kanan hendaknya dalam prosesnya tidak menyusahkan orang di sekitarnya dan tidak melakukan manuver yang menbahayakan. Malah kalau bis trampil dalam melakukan hal tersebut toh tidak akan menimbulkan kekesalan pada kita yang melihatnya.
Tulisan ini saya buat, karena semalam setelah pulang dari pesta ada sebuah taxi yang berusaha menyalip dari sebelah kiri saya dan berusaha untuk membuat antrian yang ada menjadi dua jalur. Melihat kelakuan sopir sakit ini, sayapun tidak memberi jalan pada taxinya. Apabila memang memungkinkan bagi dia untuk membuat dua jalur tentunya 10 mobil yang ada di depan saya sudah lebih dulu melaksanakan hal tersebut, tapi karena memang keadaannya hanya bisa untuk satu jalur mengapa harus dipaksakan. Nah inilah mengapa saya bilang sekarang banyak orang sakit di jalan raya.

Sabtu, Oktober 24, 2009

Akhirnya Kapitalisme Meraja Di Indonesia

Tanda-tanda bahwa kapitalisme telah masuk dan mulai beraksi terhadap berbagai kebijakan pemerintah dapat kita lihat dari beberapa faktor. Salah satunya adalah pengangkatan mentri-mentri yang notabene adalah pendukung barat pada umumnya atau Amerika khususnya. Mentri kesehatan yang baru, Endang Setyaningsih adalah dokter lulusan Harvard yang pada masa kepemimpinan Mentri kesehatan yang lalu Siti Fadhilah Supari dituduh dan terbukti telah membawa virus H1N1 ke luar negri. Walaupun dengan alasan bahwa virus tersebut digunakan untuk penelitian namun kedekatannya dengan proyek Namru yang dipimpin oleh Amerika menunjukkan hal tersebut. Pada pos perekonomian, telah jelas bahwa Sri Mulyani adalah pendukung ekonomi bebas, setali tiga uang dengan wakil presiden Boediono. Mentri-mentri lain yang menduduki pos-pos penting juga diisi oleh mereka yang pastinya loyal pada SBY, selain karena mereka merupakan kader demokrat seperti Fredi Numberi, andi malarangeng dan Jero Wacik tapi juga diangkatnya orang-orang yang belum tentu mempunyai kapabilitas yang baik untuk mengisi pos mereka.
Hal-hal inilah yang membuat kekhawatiran sebagian pihak bahwa negara kita telah disusupi oleh kapitalisme barat yang sesunguhnya merugikan bagi negara kita. Gagalnya Nila Moelok sebagai mentri kesehatan dicuragai akibat adanya pesanan dari luar. Bila dalam penentuan pembantunya saja presiden sudah tidak lagi bisa mengambil keputusan sendiri, bagaimana dia akan membuat kebijakan yang akan menguntungkan rakyat banyak bila nantinya kebijakan itu bertolak belakang dengan kepentingan Amerika.
Sejak reformasi 1998, para kaum kapitalis telah berhasil menggoyahkan dasar negara kita. Adanya usaha untuk merubah UUD 1945 adalah contohnya.Tanpa kita sadari telah ada usaha yang sistematis untuk merubah pola dan penentuan kebijakan. Banyak sudah UU yang dikeluarakan pemerintah yang menguntungkan hanya pada segelintir orang atau kelompok, terutama mereka berniat meraih profit tanpa mementingkan persatuan dan kesatuan negara.
Sebagai negara yang besar hendaknya kita harus segera bangkit. Indonesia adalah negara yang sangat besar pengaruhnya di kawasan Asia, hal inilah yang jadi target utama barat. Dengan jumlah penduduk yang masuk 5 besar dunia dan posisinya yang strategis, banyak pihak yang berkepentingan terhadap Indonesia. Mereka itu dengan segala cara akan berusaha melemahkan kita. Sekarang tugas kitalah untuk dapat dan terus berusaha mempertahankan UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara kita, jangan sampai faham lain menginfiltrasi semua itu. Dengan semakin dekatnya era pasar bebas, semoga saja bangsa kita ini mampu bertahan dari pengaruh luar yang sesungguhnya merugikan bagi bangsa kita tercinta ini. Bukan berarti kita tidak menghargai negara lain, namun hendaknya posisi kita dengan negara lain adalah sama dan sejajar, tanpa harus menuruti keinginan salah satu negara. Kita harus mandiri dalam bernegara karena sesungguhnya ketergantungan kita pada pihak luar negri tidak sebesar yang kita bayangkan.
Semoga saja para pemimpin bangsa ini cepat sadar dan mengambil tindakan, sehingga jaring-jaring kapitalisme itu tidak mengikat kita terlalu kuat dan membuat kita kehabisan napas.

Rabu, Oktober 14, 2009

Heboh Miyabi

Beberapa hari belakangan ini Miyabi hangat menjadi bahan pembicaraan diberbagai media. Rencana kedatangannya ke Jakarta untuk syuting sebuah film komedi yang digarap oleh rumah produksi Maxima mendapatkan banyak respon dari berbagai pihak. Tidak hanya dari kaum ulama tapi juga dari aparat pemerintah. FPI dengan lantang menyuarakan ketidaksetujuaannya atas kedatangan manusia satu ini, sedangkan Meutia Hatta tidak tahu kapasitasnya sebagai apa juga menyuarakan hal yang sama. Sebelum berita ini menjadi berita nasional, sebenarnya nama Miyabi hanya dikenal mungkin oleh mereka yang memang hobbynya menyaksikan film-film biru. Memang hal ini bisa terjadi karena Miyabi adalah salah satu artis film porno dari Jepang. Tidak penting apakah terjunnya Miyabi ke dunia tersebut karena kehendak sendiri atau terjerumus dan tidak penting juga berasal dari keluarga apa Miyabi itu, tapi tampaknya media di negara kita seperti kehabisan berita yang bermutu sehingga tiap televisi swasta berlomba-lomba untuk mengetahui jalan hidup manusia satu ini.
Kalau kita mau mengkaji lebih dalam terhadap masalah ini, sebenarnya kita atau pihak-pihak yang sekarang ini lantang berteriak menolak kedatangan Miyabi kesini tidak perlu sampai sebegitu pedulinya akan kedatangan Miyabi ini. FPI sebagai salah satu ormas Islam yang paling lantang menolak kedatangan bintang yang satu ini juga seperti sedang berpromosi bahwa mereka adalah pihak yang paling mulia atau apalah maksudnya. Kalau mereka memang peduli akan ahlak bangsa ini, perbaikilah ahlak mereka terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan untuk memporakporandakan berbagai tempat hiburan malam yang kata mereka merupakan sarang maksiat. Saya bukanlah pendukung hal-hal seperti itu, namun masih banyak cara lain untuk menyampaikan pesan itu dan tidak dengan jalan kekerasan. MUI tadi sore juga seperti tidak mau ketinggalan mengomentari masalah ini. Apa untuk hal sekecil ini sampai-sampai MUI harus turun tangan pula. Kenapa kita semua tidak sadar bahwa masih banyak masalah lain yang lebih besar daripada masalah kedatangan Miyabi ke Indonesia. Kalau mau MUI hendaknya mengeluarkan fatwa agar pemerintah tidak lagi semena-mena menaikkna harga BBM, gas ataupun tarif jalan tol.
Apa semua orang itu pernah tahu kalau Miyabi itu sebelumnya pernah ke Indonesia, bahkan menetap disini lebih dari 1 hari untuk berlibur???tentu tidak ada yang tahu karena memang kita tidak perlu tahu. Hanya satu yang bisa saya ambil dari semua heboh Miyabi ini, ternyata pepatah "semut di seberang lautan tampak tapi gajah di pelupuk mata tak terlihat" seperti itulah masyarakat kita sekarang ini.

Jumat, Oktober 09, 2009

GBHN, PELITA, masih adakah engkau????

Saya masih ingat pada saat masih duduk dibangku sekolah dasar bagaiman singkatan-singkatan di atas sangat sering kita dengar saat belajar di kelas. GBHN atau garis-garis besar haluan negara dan juga PELITA atau pembangunan lima tahun. Entah sekarang ini apa semua itu masih ada. GBHN adalah blue print tentang apa yang ingin dicapai oleh pemerintah untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Ada goal atau tujuan yang ingin dicapai oleh pemerintah dan ini dijabarkan kembali secara terperinci dalam Pelita ataupun Repelita terlebih dahulu. Rencana pembangunan itupun tidak hanya terdiri dari satu jangka saja, namun ada jangka panjang yang mencapai rentang waktu 30 tahun dan jangka pendek ya Pelita itu.
Sekarang ini tampaknya pemerintah kita seperti salah kaprah dan kehilangan orientasi. Mereka tidak tahu bidang mana yang harus mendapatkan perhatian lebih dulu. Dibidang pertanian para petani yang katanya sekarang ini sudah mencapai swasembada pangan masih saja kesusahan mendapatkan pupuk. Di bidang teknologi malah zaman dulu lebih terasa hasilnya dengan adanya pesawat TETUKO yang dikeluarakan oleh pabrikannya BJ Habibie. Dibidang pertahanan dan militer boleh dibilang alutsista kita sudah tidak pantas lagi dan memerlukan perhatian yang menyeluruh. Namun tetap saja pemerintah seperti tidak bisa menentukan haluan yang jelas agar mereka dapat menentukan kebijakan yang benar-benar menguntungkan rakyat.
Memang masalah yang dihadapi negara ini tidaklah kecil, dengan jumlah penduduk yang menempati 5 besar di dunia dan memang memerlukan waktu yang lama, tapi hendaknya dalam mencapai kemajuan itu ada goal atau satu titik di ujung sana yang ingin kita capai. Menurut saya kita haruslah kembali ke asal pemikiran bahwa kita ini adalah negara agraris, jadi sektor yang harus diperhatikan lebih dulu adalah sektor pertanian. Memang hal ini tampaknya ketinggalan zaman dimana negara-negara lain sudah lebih terfokus pada sektor teknologi dan industri, namun kita harus sadar bahwa lebih dari 50 persen penduduk Indonesia adalah petani dan sektor pertanianlah yang menjadi penggerak utama perekonomian negara.
Selain pertanian, yang harus diutamakan adalah bidang pendidikan. Memang pemerintah sekarang ini sudah mencanangkan program BOS dan lainnya, namun tetap saja kualitas SDM kita masih jauh dari yang dibutuhkan. Dibutuhkan kerjasama dari semua pihak yang terkait baik itu pemerintah, masyarakat dan berbagai elemen lainnya agar kita dapat menciptakan SDM yang benar-benar berkualitas. Dengan semakin baiknya SDM yang ada maka akan timbul pemahaman yang lebih baik terhadap pemecahan masalah yang dihadapi oleh negara ini. Dengan SDM yang lebih baik tentunya kemajuan yang ingin dicapai itu tentunya akan berjalan beriringan tanpa perlu dipaksakan.

Untukmu Petaniku

Pupuk Langka
Siapa Yang Sangka
Petani Sengsara
Eksportir Berpesta

Petani Butuhnya Pupuk Urea
Tapi Pulang Tangan Hampa
Cari Kesini Cari Kesana
Ambil Disini Jual Disana

Tapi Sayang Yang Diatas Sana
Cuma Bisa Geleng Kepala
"Ngak Mungkin Itu Pupuk Langka"
Waktu Ditanya Saat Wawancara

Nasibmu Kini Petani Tua
Hanya Bisa Urut Dada

2 Desember 2008
Buat semua petani di Indonesia, negara kita katanya adalah negara agraris tapi nasib petani di Indonesia tak pernah jadi urusan pertama.

Rabu, Oktober 07, 2009

My Secret Recipe

You realy just need the recipe to make the butter then add the butter just as you would normally to your brownie mix or any food that requires butter.
- A note on dosage : 1 gram(or more if your weed is lower quality) per persons is usually standard to add to the butter. I usually add 4 gram(little more than eight
of an ounce) when making brownie for four people. It's about one joint worth or
weed per persons.
- Don't smoke while making these, it might be tempting with all this weed but it is
nice to see the effect of just the brownie.
- Bring a soup-pot of water to a medium boil.
- Then add a little more butter than the brownie recipe requires to the boiling water
- Grind your weed up in a grinder if you have it or just brake it up really fine.
- Then add the ground up weed to your boiling water/butter mixture.
- Let this cook for anywhere for half an hour to an hour, stir occasionally because
you don't want the weed to stick to the bottom or even sit there to long and burn.
- Let cool a little so you don't burn yourself when pouring.
- Have someone hold a cheesecloth or a big coffe filter over your plastic container
and pour through it into the bowl.
- Squeeze the coffee filter realy good make sure you get all of the butter our of
your weed. Throw away the vegetable matter,everything has ben taken our of it
by now.
- Put it into the fridge with a lid on it so you don't spill your handy work
everywhere.
- Remove in a few hours, your water and butter will have separated, pour the water
down the sink and use the butter in the recipe you want.
- Eat half a serving first then wait an hour and if it isn't enought eat the other
half. Becareful some people become pale and might throw up if they eat to much.
and now you can enjoy your brownie and have fun with all your friend, or just like Andy Warhol once said,"one is company two is crowd, three is party..."

Jumat, Oktober 02, 2009

Jakarta Macet?(sudah biasa)

Jakarta dan kemacetan adalah hal yang tak terpisahkan. Pertambahan jumlah kendaraan bila dibandingkan dengan pertambahan ruas jalan di Jakarta sudah tidak seimbang lagi. Persentase pertambahan jumlah kendaraan yang mencapai 2 digit tidak mampu lagi ditampung oleh jumlah ruas jalan yang ada di ibukota negara kita ini. Promosi yang gencar dari produsen kendaraan bermotor yang memudahkan seseorang untuk membeli kendaraan bermotor membuat pertambahannya sudah tidak terkendali lagi. Dengan uang 300 ribu rupiah saja, kini kita dapat memiliki motor keluaran terbaru. Hal ini diperparah dengan fasilitas transportasi yang disediakan pemerintah masih jauh dari yang diharapkan. Logikanya untuk apa kita susah-susah naik kendaraan umum yang tidak layak jalan, berhimpitan dan masih ada kemungkinan kita menjadi korban kriminalitas bila pengeluaran apabila kita memakai kendaraan sendiri jauh lebih rendah dibandingkan bila kita menggunakan kendaraan umum yang disediakan pemerintah.
Banyak para pengamat transportasi perkotaan yang memprediksi bahwa ditahun 2015 kemacetan ini akan bertambah parah sehingga bila kita mengeluarkan kendaraan kita dari garasi saja, kita sudah akan bertemu dengan kemacetan. Tidak bisa dibayangkan apabili hal ini benar-benar terjadi. Selain itu para pengamat dan peneliti juga telah memberikan hasil penghitungan mereka tentang bagaimana kerugian yang dialami oleh kita akibat kemacetan yang terjadi di Jakarta ini. Melihat seriusnya masalah ini seharusnya pemerintah terutama pemerintah daerah lebih memprioritaskan mengatasi kemacetan ini. Memang pemerintah daerah tidak tinggal diam saja melihat masalah ini, adanya busway memang sudah sedikit mengurangi masalah yang ada walaupun di beberapa wilayah justru malah menjadi biang kemacetan, namun sedikitnya ada usaha nyata dari pemerintah. Monorail yang digadang-gadangkan, kini malah tak jelas nasibnya. Beton-beton penyangga rel yang terbengkalai kini malah menjadi semacam monumen kegagaln pemerintah dalam mengatasi problema yang ada.
Yang diperlukan pemerintah untuk mengatasi masalah ini ialah memberikan suatu alat transportasi massal yang dapat mengangkut orang dalam jumlah banyak dengan ongkos yang masih terjangkau. Dengan semakin dekatnya era perdagangan bebas, dimana pemerintah bertujuan untuk menghilangkan subsudi terhadap bahan bakar minyak, alat trasportasi yang terjangkau sangat dibutuhkan. Beberapa waktu lalu dalam perhelatan Pekan Raya Jakarta untuk memeriahkan ulang tahun Jakarta kita melihat bahwa pemerintah akan membuat MRT di jakarta. Memang, kereta bawah tanah ini adalah salat satu solusi bagi masalah kita ini. Kereta ini memang dapat mengangkut banyak orang dalam sekali waktu dan juga tentunya dengan semakin banyaknya orang yang ditampung akan menghemat biaya sehingga ongkosnyapun akan lebih murah. MRT ini sudah banyak dibuat di luar negri dan berhasil. Saya pernah naik MRT seperti ini ketika saya sedang berlibur di Singapura bersama keluarga. Kereta yang nyaman dengan pendingin dan juga gerbongnya yang bersih membuat kita nyaman berada di dalamnya. Selain itu stasiunnya juga bersih dan nyaman sehingga membuat kita nyaman untuk memilih kendaraan umum ini. Kalau memang program MRT ini benar-benar dilaksanakan dan keadaannya benar-benar seperti yang saya gambarkan tadi, tampaknya masyarakat di perkotaan tidak akan segan-segan untuk meninggalkan kendaraan pribadinya dan beralih ke alat transportasi yang satu ini. Namun menurut saya ada satu kendala besar yang harus kita bereskan lebih dulu, yaitu kesadaran masyarakat, dengan tingkat kedisiplinan yang masih rendah dan juga kesadaran hukum yang masih rendah tampaknya MRT ini nantinya akan tidak beda dengan kereta listrik yang ada seperti sekarang ini.
Stasiun masih penuh dengan pedagang kaki lima, gerbong yang penuh sesak dan kotor, pendingin yang tidak bekerja dan lain sebagainya.
Ada satu solusi lagi bagi pemerintah untuk mengatasi masalah ini, yaitu pembatasan kepemilikan kendaraan bermotor. Tapi tampaknya hal ini sulit dilaksanakan, karena merupakan hak individu untuk memiliki kendaraan bermotor. Pemerintah dapat melaksanakan program masa waktu kendaraan bermotor dapat beroperasi di jalan raya. Kendaraan bermotor yang tahun pembuatannya berada di bawah tahun 1990 tidak boleh ladi dipergunakan, setidaknya hal ini tentunya akan mengurangi volume kendaraan yang ada di jalan raya. Tidak hanya itu, kepemilikan SIM juga harus diperketat, karena banyak kecelakaan terjadi karena tidak berbudayanya para pengendara motor yang ada di jalan raya. Hal ini terjadi karena mereka sebenarnya belum pantas mengendarai kendaraan bermotor, tapi karena kepemilikan SIM sangat gampang, membuat mereka yang tidak tahu sopan santun di jalan rayapun dapat dengan mudahnya hilir mudik di jalan raya.
Memang kemacetan yang terjadi di Jakarta ini dipengaruhi oleh banyak faktor, namun kita tetap harus optimis bahwa suatu saat masalah kemacetan ini dapat diatasi atau sedikitnya dapat dikurangi.

Minggu, Agustus 09, 2009

Benarkah Sekarang Kita Sudah Aman

Peristiwa pengepungan sebuah rumah di Temanggung, Jawa Tengah yang diperkirakan ditempati oleh gembong teroris Noordin Moh. Top berhasil dilakukan oleh aparat khususnya oleh team densus 99 anti teroris. Melihat hasil yang diraih ini memang merupakan sebuah prestasi besar bagi Polri dan sebuah pukulan keras bagi para teroris yang telah kehilangan salah satu tokohnya yang kharismatik. Memang sampai saat ini belum diketahui dengan pasti apakah orang yang tertembak itu benar Noordin atau hanya salah satu anggotanya. Terlepas dari orang itu Noordin atau bukan, kita hendaknya tetap waspada. Kegiatan terorisme ini bukan hanya tergantung dari satu orang saja. Memang saat ini mungkin mereka akan lebih cooling down dulu, terutama setelah tidak adanya pucuk pimpinan yang akan menentukan arah tindakan mereka selanjutnya. Namun bila kita melihat pengalaman di luar negri, seakan pepatah mati satu tumbuh seribu ini berlaku buat kaum mereka.
Memang ada beberapa kejanggalan dalam penangkapan kali ini, selain buronan yang katanya sangat licin itu kok bisa ditangkap dan diendus keberadaannya sebegitu mudahnya dan juga tidak adanya pengawal atau kerabat yang ikut dengan dia pada saat penggerebekan itu. Terlepas itu semua kita semua harus berterimakasih atas kerja keras aparat dalam menggulung kegiatan terorisme ini. Namun hendaknya aparat tetap menjaga kewaspadaan, karena peperangan terhadap terorisme ini tidak akan pernah berakhir. Sebuah doktrin terutama yang berlandaskan agama sangat susat untuk diberantas walaupun doktrin itu menyesatkan. Lihat saja negara adidaya seperti Amerika saja tidak pernah berhenti untuk terus memerangi terorisme, walaupun kegiatan itu seperti sebuah topeng untuk mengesahkan perbuatan melanggar hak asasi mereka terhadap umat Islam umumnya. Kita sebagai umat Islam tentunya juga mengutuk perbuatan terorisme itu, karena jihad menurut saya harus disesuaikan dengan zaman dan keadaanya. Di Indonesia yang tidak terjadi perang hendaknya jihad dapat dilakukan dengan cara lain, baik dengan dakwah ataupun mengadakan kegiatan amal, sehingga orang lain atau agama lain bisa melihat intisari dari Islam itu adalah cinta dan kasih sayang. Agama kita tidak pernah mengajarkan untuk melakukan kekerasan.
Maju Terus Indonesiaku