Rabu, April 08, 2009

Berkaca Dari Sejarah

Bung Karno pernah berkata"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya". Yang dimaksud dengan menghargai ini bukan hanya sekedar mengenang mereka pada tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan, namun hendaknya ada kesadaran bagi kita semua sebagai generasi penerus bangsa bahwa negara kita ini berdiri atas pengorbanan darah dan jiwa mereka bahwa hendaknya kita menjaga apa yang telah mereka perjuangkan.
Memaknai apa yang dikatakan oleh Bung Karno tersebut, saya melihat dari segi bahwa hendaknya kita semua dapat mengambil contoh dari apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu kita. Kita ambil yang baik sebagai suri tauladan dan kita jauhi yang negatif yang dapat meruntuhkan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia. Dalam perjalanannya sebagai bangsa, Indonesia telah banyak mengalami pasang surut. Tentunya banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari semua peristiwa bersejarah itu. Namun apa yang terjadi sekarang?Sekarang tampaknya para pemimpin kita sudah lupa dengan sejarah bangsanya sendiri. Kita pernah menganut sistem multi partai pada tahun 1955 dan lihat apa yang terjadi, kerusuhan dan perbedaan pendapat yang berujung dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959.
Sekarang ini tampaknya semuanya kembali terjadi, sistem multi partai yang dulu sudah kita tinggalkan digagas kembali. Ada pepatah yang mengatakan,"seekor keledaipun tak akan terantuk dua kali di batu yang sama". Kalau melihat pepatah ini, bagaimana menurut anda pemerintahan sekarang ini?
Pemilu akan dilaksanakan 2 hari lagi dengan banyak masalah disana-sini. Apakah pesta demokrasi 5 tahunana ini akan berjalan aman dan damai, kalau pemerintahnya saja tampak tidak begitu perduli dengan pelaksanaannya. Bukannya mereka mencurahkan seluruh perhatiannya pada suksesnya pelaksanaan pemilu tapi mereka malah lebih memilih untuk mengurus hubungan internasional yang belum jelas keuntungannya bagi negara kita. Kecenderungan untuk terjadinya kekacauan setelah pemilu tampak terbuka lebar. Mungkin sekarang ini masalah DPT belum begitu berpengaruh, namun setelah hasil pemilu dikeluarkan dan ternyata ada pihak-pihak yang tidak terima dengan kekalahannya dan menggunakan alasan ini untuk menimbulkan kerusuhan di masyarakat, bagaimana nasib bangsa kita ini.
Kita hendaknya dapat berkaca dari masa lalu kita dan jangan sampai terjungkal oleh masalah yang sama. Sebagai warga negara yang baik saya hanya berharap semoga pemilu kali ini dapat berjalan dengan baik dan dapat menghasilkan sesuatu yang lebih baik bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Senin, April 06, 2009

Hujan Mendominasi GP Sepang


Seri kedua GP F1 kembali digelar di sirkuit Sepang, Malaysia. Jenson Button yang menjuarai seri pertama di Merlbourne kembali menempati pole positition. Race dimulai sore hari dengan keadaan cuaca yang sebenarnya cerah sehingga para pembalap memutuskan untuk memakai soft tire. Start dimulai dengan baik tanpa ada kecelakaan. Rosberg dari team Williams berhasil mencuri start dan langsung memimpin jalannya lomba diikuti oleh Jarno Trulli, sedangkan Button ada di posisi 3. Di awal lomba kembali pembalap Mclaren, Kovailanen harus keluar lomba diikuti oleh Kubica. Balapan berjalan lancar sampai pertengahan lomba. Seperti kita semua tahu bahwa karateristik sirkuit Sepang yang sering hujan dan hal ini tampaknya benar-benar akan terjadi pada balapan sore ini. Awan mendung mulai tampak namun belum turun hujan. Pada saat Rosberg dan Trull i masuk pit, Jenson terus memacu mobilnya dan dapat menghasilkan jarak yang cukup jauh dengan pesaingnya itu. Saat kondisi cuaca mulai hujan para pembalap masuk pit, termasuk Jenson dan mengganti bannya dengan full wet dan hanya Timo Glock yang menggunakan medium tire. Benar saja ternyata mobil Toyota yang dipacu Glock berhasil menyodok beberapa pembalap yang menggunakan full wet. Hal ini membuat team memanggil kembali semua pembalapnya untuk merubah bannya.
Perlombaan kali ini benar-benar sangat dipengaruhi oleh hujan yang turun di sirkuit. Pada saat semua team mengganti bannya ke medium, selang tak berapa lama hujan malah bertambah besar dan hal ini membuat pembalap kembali masuk pit untuk mengganti bannya. Namun memasuki 24 putaran menjelang finish, hujan disertai badai menerpa sirkuit dan membuat pertandingan di tunda. Setelah menunggu selama kurang lebih 1 jam, Race Director memutuskan untuk tidak melanjutkan lomba. Akibat hal ini para pembalah hanya mendapatkan 1/2 point.
Hasil GP Sepang adalah posisi pertama kembali ditempati oleh Jensen Button dari team Brown Mercedes diikuti oleh Nich Heidfeld dari team BMW Sauber dan T. Glock dari team Toyota, Jarno Trulli menyusul ditempat keempat dan Barichello di tempat ke lima. Secara garis besar race kali ini tetap memperlihatkan team Brown sebagai team yang membuat kejutan di musim kali ini. Namun setelah race ini akan digelar sidang untuk membahas keberatan yang diajukan oleh 3 team terhadap penggunaan diffuser di mobil dari team Brown, Williams dan Red Bull.
Selamat buat Ross Brown dan teamnya, saya harap mereka dapat terus mempertahankan performa mobilnya sehingga membuat balapan musim ini tidak membosankan dan hanya berhasil dimenangkan ole team-team unggulan saja.
Bravo Button, Bravo Brown, Bravo F1

Minggu, April 05, 2009

Perjalanan Menuju Puncak Gunung Tertinggi di Sumatera

Perjalanan ini saya lakukan bersama 3 orang teman semasa masih kuliah dulu. Sebenarnya perjalanan ini dilakukan juga dalam rangka pulang kampung, hal ini terutama karena jarak dari tempat yang akan kami survey dengan kampung halaman tidaklah begitu jauh. Seperti kita semua tahu bahwa Kerinci terletak di 4 propinsi di Sumatera, yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan, jadi ya bisa dong kalo saya dan Da Tom pulang kampuang dulu(tapi yang pengen banget sih da Tom). Lokasi yang ingin kami survey adalah Danau Gunung Tujuh, tempat ini akan rencananya akan kami pergunakan sebagai tempat pelantikan bagi para calon anggota GMC, organisasi pencinta alam di kampus kami. Sebagai PO dalam acara ini sebenarnya bernama Jawir, tapi karena saya punya kendaraan sendiri dan kebetulan juga punya rencana mudik akhirnya saya ditemani Kindir, Beng2 dan da Tom yang pergi survey.
Perjalanan dimulai dari rumah saya di bilangan Tanah Kusir dan langsung masuk tol kebun jeruk menuju ke pelabuhan Merak. Sampai di Bakauheni kita langsung meneruskan perjalanan. Rencananya survey dilakukan setelah kita semua pulang mudik. Perjalanan selama 36 jam(karena mobilnya super cepet, ya jadi lama deh) kami lalui penuh dengan suka dan duka. Sukanya kami bisa berenang di tepi sungai yang ada di sepanjang jalan lintas Sumatera itu dan dukanya adalah bagasi di atap mobil copot terus sehingga harus diikat dengan tali karabiner yang sebetulnya disiapkan untuk kegiatan panjat tebing nanti di Harau. Singkat cerita kita sampailah di kawasan gunung tertinggi di Sumatera ini. Sungguh hati saya merasa takjub melihat keindahan alam disini. Kami tinggal disalahsatu home stay yang ada disana. Dalam oborolan dengan pemilik penginapan, kita mendapat banyak informasi dari dia. Kebanyakan penduduk disitu adalah petani, khususnya petani yang menanam kentang. Mayoritas penduduk disini adalah keturunan ketiga dari orang tua mereka yang dulunya dibawa oleh Belanda dari pulau Jawa untuk dipekerjakan disini.
Perjalanan menuju puncak Kerinci ini hanya dilakukan oleh saya, Kindir dan Beng2, sedangkan da Tom menunggu di bawah. Kalo boleh dibilang baru perjalanan ini saya tidak ambekan, bukan apa-apa tapi mau ngeluh sama siapa wong yang dua orang jalannya kayak orang kesetanan. Jadinya perjalanan saya ke puncak Kerinci berlangsung dengan cepat, seperti layaknya pendaki profesional. Nah peristiwa ini adalah suatu peristiwa yang tidak akan saya lupakan seumur hidup. Menjelang akhir vegetasi dan kita sudah mulai summit attack dan berjalan di bekas aliran lahar, keadaan cuaca memang tidak menentu dan sedang terjadi badai di atas. Karena angin yang semakin kencang akhirnya Kindir memutuskan untuk berdiam diri dulu sebentar untuk melihat perkembangan cuaca. Nah dalam keadaan genting(kayak film aja) saya berkata kepada Kindir,"Ki, apa elu mau kayak Norman Edwin?", kebetulan belum lama berselang seorang pendaki senior kita meninggal pada salah satu pendakian yang dilakukannya. Tiba-tiba tak lama berselang setelah saya berbicara, Kindir langsung mengambil keputusan yang boleh dibilang sebenarnya dia sesali seumur hidupnya, bagaimana tidak nyesel kalau puncak yang akan kita tuju itu cuma tinggal 40 meter saja dan sudah tampak di depan mata. Tapi saya menghormati keputusannya karena ada pepatah yang mengatakan bahwa pendaki yang baik adalah pendaki yang berani mengambil keputusan untuk turun, bukan memaksakan untuk meneruskan pendakian walaupun keadaan tidak mendukung. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak langsung turun karena hari sudah gelap dan membuka tenda di batas vegetasi. Pagi harinya setelah sarapan kami langsung turun.
Walaupun akhirnya pelantikan tidak jadi dilaksanakan di Danau Gunung Tujuh namun perjalanan kami itu sungguh suatu memori yang tidak akan terlupakan. Sekali lagi saya merasakan betapa kecilnya kita, betapa kita harus bersyukur atas kesempatan kita untuk hidup dan bisa merasakan nikmat-Nya yang tiada tara. Dan sekali lagi pendakian ini memberi pelajaran berarti bagi hidup saya.

Life Is So Short

Saya mendapatkan tulisan ini dari milist dan setelah membaca saya ingin sekali membaginya bersama anda semua. Sungguh pantas untuk renungan di akhir pekan ini sebelum kembali bergelut dengan sesaknya kehidupan kota.
Sukses itu sederhana, sukses tidak ada hubungannya dengan menjadi kaya raya, sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata Kiyosaki/Tung Desem Waringin/The Secret, sukses itu tidak perlu dikejar...SUKSES ITU ADALAH ANDA...
Karena kesuksesan terbesar ada pada diri anda sendiri...
Bagaimana anda bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna tanpa cacat, itulah kesuksesan anda. Ketika anda ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1, disaat tiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar SPP, itulah kesuksesan anda berikutnya. Ketika anda bisa bekerja di perusahaan bilangan segitiga emas, disaat 46 juta orang menjadi pengangguran, itulan kesuksesan anda yang lain. Ketika anda masih bisa makan 3 kali sehari, disaat ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya itulah kesuksesan anda juga.
Sukses terjadi setiap hari, namun anda tidak pernah menyadarinya...
Saya sangat tersentuh ketika menonton film "Click" yang dibintangi Adam Sandler,"Family comes first...", begitu kata-kata terakhir kepada anaknya sebelum dia meninggal...saking sibuknya si Adam Sandler ini mengejar kesuksesan, ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak dan istrinya, bahkan tidak sempat menghadiri hari pemakaman ayahnya sendiri, keluarganyapun berantakan, istrinya yang cantik menceraikannya, anaknya jadi tidak kenal siapa dirinya.
Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa terus-terusan jadi best seller dengan membuat sukses menjadi hal yang rumit dan sukar didapatkan...
Sukses tidak selalu soal harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang/helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump dan resort mewah di Karibia...tapi buat saya pribadi, sukses adalah bisa hidup dengan sangat berkecukupan, saya rasa sukses itu memiliki arti yang berbeda sama sekali...
Sukses adalah mencintai dan bangga terhadap diri anda sendiri, mengerjakan apa yang anda suka kapan saja dan dimana saja. Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan. Sukses sejati adalah menikmati dan bersyukur atas setiap detik kehidupan anda, pada saat anda gembira, anda gembira sepenuhnya sedangkan pada saat anda sedih, anda sedih sepenuhnya, setelah itu anda sudah harus bersiap lagi menghadapi episode baru lagi.
Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Allah, hidup baik, tidak menipu apalagi menjadi pribadi yang jujur dan ikhlas dan selalu rendah hati...
Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit, sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan dan kekurangan anda apa adanya dengan penuh syukur...
Saya berani bicara seperti ini karena hidup yang saya alami ini seperti roda pedati. Ketika masih mahasiswa hidup begitu nelangsa cuma mampu makan warteg 1 kali sehari dengan nasi setengah+sayur gratis+tempe goreng, tapi ternyata dulu nikmat makan di warteg kok sama saja bila dibandingkan ketika saya makan di restoran mewah di Amerika. Saya pernah tidur di kolong langit, beralaskan tanah dan terpal, hujan kehujanan, panas kepanasan, tapi ternyata lelapnya saya tidur dulu kok bisa sama saja bila dibandingkan ketika saya tidur di hotel berbintang 5 di Jepang. Saya dulu pulang-pergi ke sekolah jalan kaki atau bersepeda sejauh 40 km, pakai baju lusuh, tas kotor dan alat tulis seadanya, datang ke sekolah selalu menjadi bahan tertawaan teman-teman yang lebih kaya, tapi kok sama saja enaknya ketika saya dijemput oom saya naik mercy...sama-sama nyampe juga ternyata mas. Saya pernah diundang boss saya ke rumah barunya untuk menikmati audiotoriumnya. Ada speaker untuk karaoke, ada untuk mendengarkan musik, ada untuk home theater. Dia bilang speaker Thielnya untuk mendengarkan musik saja harganya 400 juta. Saya disuruh ngedengerin waktu beliau putar musik jazz, memang enak sekali, suara dentingan gelas dan petikan bass bisa terdengar jelas, tapi kok setengah jam di situ, saya toh bosan juga mas. Sama saja nikmatnya mendengarkan musik dikomputer sendiri yang speakernya cuma Simbada 100 ribuan.
Pernahkah anda menyadari?anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang. Uang hanyalah alat tukar, anda sebenarnya membeli rumah dari waktu anda. Ya, anda mungkin harus kerja siang malam untuk bayar KPR selama 15 tahun atau beli mobil/motor kredit selama 3 tahun. Itu semua sebenarnya anda dapatkan dari membarter waktu anda. Anda menjual waktu anda dari pagi hingga malam kepada penawar tertinggi ntuk mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa telepon dll.
Aset terbesar anda bukanlah rumah/mobil anda, tapi diri anda sendiri. Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digai puluhan kali lipat dari orang bodoh. Semakin berharga diri anda, semakin mahal orang mau membeli waktu anda. Itu sebabnya kenapa harga 2 jamnya Kiyosaki bicara ngolor ngidul di seminar bisa dibayar 200 juta atau harga 2 jam seminar Pak Tung bisa mencapai 100 juta!!! itu sebabnya Nike berani membayar Tiger Woods dan Michael Jordan sebesar 200 juta dollar, hanya untuk memakai produk Nike. Suatu produk ber merk manjadi mahal/berharga bukan karena merknya tapi karena produk tersebut dipakai oleh siapa...
Hidup ini kok lucu, kita seperti mengejar fatamorgana, bila dilihat dari jauh mungkin kita melihat air/emas di kejauhan, namun ketika kita kejar dengan segenap tenaga kita dan akhirnya kita sampai yang kita lihat yah cuma pantulan sinar matahari/corn flakes saja. Oh .... ternyata...
Lucu juga bila anda setelah membaca tulisan di atas, namun anda masih mengejar fatamorgana tersebut ketimbang menghabiskan waktu anda yang sangat berharga untuk sungkem sama orang tua yang begitu mencintai anda, memeluk hangat istri/kekasih anda dan mengatakan"I Love You" kepada orang-orang yang anda cintai:orang tua, istri, anak, sahabat-sahabat anda.
Lakukanlah ini selagi anda masih punya waktu, selagi anda masih sempat. Anda tidak pernah tahu kapan anda akan meninggal, mungkin besok pagi, mungkin nanti malam.
LIFE IS SHORT

Jumat, April 03, 2009

KTT G 20 dan dampaknya bagi kita

KTT G 20 dilaksanakan di London. SBY pun dengan sigapnya ikut serta dalam pertemuan tersebut, dengan disertai oleh mentri ekonomi dan menkokesra dan beberapa pejabat terkait. Selain untuk mengikuti pertemuan tersebut, SBY juga dijadwalkan untuk bertemu dengan beberapa pemimpin negara yang juga ikut serta. Setelah jamuan makan malam yang dilaksanakan oleh PM Inggris, Brown yang menandakan dibukanya secara resmi KTT G 20 ini, SBY bertemu dengan PM Jepang dan menghasilkan kerjasama dalam bentuk bantuan dari pemerintah Jepang sebesar 14 milyar. Bantuan ini diantaranya dalam bentuk surat hutang pemerintah yang dikelola oleh pemerintah Jepang. Dalam pertemua itu tampak Sri Mulyani tertawa lepas disamping SBY yang juga tampak tertawa-tawa. Saya jadi bertanya-tanya, terlepas pernyataan saya mengenai tingkah laku presiden dan mentrinya yang subjektif, apa mereka telah memikirkan bahwa kerjasama itu benar-benar akan memberikan dampak positif bagi negara kita. Seperti kita tahu semua dampak krisis global ini telah mempengaruhi negara-negara maju terutama Amerika dan sekutunya. Jepang yang notabenen banyak berinvestasi di negara paman Sam itu tentunya akan mendapat pengaruh yang sangat besar dari krisis global ini. Saya bukanlah orang yang ahli dalam bidang ekonomi, namun melihat kenyataan bahwa negara kita tidak mempunyai kekuatan tawar menawar yang baik dengan negara lain, apa memang iya nantinya kerjasama ini akan menguntungkan kedua belah pihak.
Sekali lagi pernyataan saya ini bersifat subjektif, namun menurut saya SBY tidaklah perlu menghadiri KTT G 20 ini karena kehadirannya disanapun tidak membawa pengaruh yang signifikan terhadap perbaikan ekonomi negara kita. Ada baiknya dia tetap ada di Indonesia untuk dapat menjaga stabilitas negara kita yang sebentar lagi akan mengadakan pemilu. Dengan jadwal yang semakin mendesak dan masala daftar pemilih yang masih saja belum selesai, presiden kita malah pergi ke London untuk menghadiri jamuan makan malam disana. Pemimpim yang baik adalah pemimpin yang tahu kapan harus bergerak dan kapan hanya diam ditempat untuk dapat maju lebih jauh. Memang hubungan internasional perlu kita jaga, namun hendaknya SBY tau diri karena KTT ini lebih diperuntukkan bagi negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Perancis dan negara maju lainnya.
Tapi sekali lagi saya katakan bahwa saya bukanlah ahli ekonomi, jadi semoga saja perjalana ini membawa pengaruh yang positif bagi Indonesia kedepannya, karena kalau kita tinjau lagi kebelakang bahwa dibawah kepemimpinannya SBY berseloroh bahwa utang negara kita sudah habis dan devisa negara sudah bertambah dengan pesat. Semoga saja ini pernyataannya itu benar adanya sehingga kita dapat maju lebih baik lagi di masa depan.

Kamis, April 02, 2009

Ragusa si ice cream Italia


Ada satu hal yang saya suka dari papa saya, terutama mengenai makanan dan restaurant. Kalau ada sebagian orang tua yang melarang anak bayinya untuk makan ice cream karena takut akan terkena penyakit flu, tapi tidak papaku, sejak bayi yang namanya ice cream sudah menjadi makanan favorit untukku setelah kita bepergian weekend bersama seluruh keluarga. Bila malam minggu tiba, kita semua akan pergi bersama untuk makan malam ataupun pergi ke pertokoan atau plaza(jaman dulu belum ada mall). Setelah penat berjalan-jalan biasanya kita akan mampir dulu untuk makan ice cream. Nah tempat yang selalu kita kunjungi ya Ragusa ini. Lokasinya di belakang Mesjid Istiqlal, dengan kursi rotan dan banyak foto-foto tempat itu pada jaman Belanda menghiasi hampir seluruh dindingnya. Dekorasi zaman Belanda inilah yang terutama menjadi daya tarik utamanya.
Selain ice cream disana juga ada jajanan asinan ataupun sate ayam, dengan diiringi nyanyian dari pengamen yang sudah lama ada disitu kita bisa memesan dan menikmat berbagai macam jenis ice cream yang ditawarkan. Waktu pertama kali saya disana, saya mulai belajar dari single scope rasa chocolate lalu mulai beranjak dengan memesan Banana Split ataupun Tutti Frutti. Citarasanya sungguh sangat berbeda dengan ice cream kebanyakan, hal inilah yang menjadi alasan pokok mengapa papaku membiarkan saja anaknya menikmati ice cream ini. Ice cream disini berbahan dasar susu dan susu baik buat anak kecil bahkan bayi, itulah yang menjadi alasan papaku. Tapi memang benar, ice cream disini dibuat dengan resep tradisional yang ada sejak zaman dulu(zaman Belanda).
Jadi kalau ada ada waktu, sempatkanlah untuk mengunjung tempat ini. For tip, pada weekend biasanya tempat ini selalu penuh, tapi penantian anda tidak akan sia-sia karena anda akan merasakan kenikmatan yang setara kok.

Ketinggian yang membawa bencana


Pertandingan kualifikasi piala dunia 2010 antara tuan rumah Bolivia dengan Argentina baru saja berakhir. Anda mau tau skor akhirnya...6 - 1...wow suatu hasil yang mencengangkan bukan. Memang telah diprediksi sebelumnya dengan banyaknya pemain Argentina yang merumput di Eropa akan berpengaruh terhadap penampilan mereka di Lapaz yang terletak kurang lebih 3000 mdpl. Oksigen yang tipis akan membuat para pemain cepat lelah hal inilah yang dipergunakan oleh para pemain Bolivia yang telah terbiasa bermain di sini. Namun hasil akhir 6-1 sungguh diluar dugaan siapapun, bahkan bagi publik Bolivia sendiri menurut saya. Sebagai pemegang rekor 2 kali juara dunia dan posisi ke 6 dalam daftar FIFA melawan Bolivia yang hanya menempati posisi 56, Argentina tampak seperti tampil dibawah formnya. Bahkan seorang Lionel Messi tidak dapat berbuat apa-apa untuk membantu timnya, operan dan tendangannya tampak tidak akurat. Barisan pertahanan yang digalang oleh Javier Zanetti tampak kewalahan untuk menutup ruang gerak para pemain Bolivia.
Ini adalah kekalahan pertama bagi Argentina sejak diasuh oleh Maradona dan kekalahan ketiga dalam kualifikasi 2010 ini. Hal ini akan membuat kerja Maradona akan semakin berat terutama untuk meneruskan karirnya sebagai pelatih tim Tango. Dibawah asuhannya para penggemar mengharapkan hasil yang positif. Akan tetapi berdasarkan analisa apapun bahkan walaupun ada pepatah "bola itu bulat", hasil mengecewakan ini tidak dapat diterima dengan akal sehat. Ya tapi yang terjadi terjadilah, nasi sudah menjadi bubur. Kini yang harus dilakukan oleh Maradona ialah menjaga kepercayaan diri anak asuhannya, karena perjalanan menuju final masih jauh. Jangan sampai hasil ini berkelanjutan dan mempengaruhi tim dalam pertandingan yang lain.
Saya sebagai pendukung setia tim Tango sebenarnya sangat kucewa(lebih dari kecewa) dengan hasil ini, tapi perjalanan belum berakhir bung. Kami siap mendukungmu, masa hanya sang kaisar(Frans Beckebeuer) yang dapat mencicipi gelar piala dunia sebagai pemain dan pelatih, si tangan Tuhan tentunya juga bisa dong. Ayo Maradona, Ayo Argentina