Balapan motogp akhirnya kembali berlangsung tahun ini dan dimulai di sirkuit Losail,Qatar. Setelah menunggu dengan tidak sabar, akhirnya balapan motor paling bergengsi di dunia ini akhirnya kembali dilaksakan. Setelah melalui beberapa practice yang diadakan diantaranya di sirkuit Valencia dan Sepang, akhirnya tiba saatnya bagi para rider untuk kembali membuktikan siapa yang paling superior diantara mereka dan tentunya motor manakah yang terbaik tahun ini.
Seperti biasa, balapan di Losail dilaksanakan pada malam hari. Berdasarkan kualifikasi sehari sebelumnya, Stonner yang merupakan juara bertahan di sirkuit ini dan juara 3 kali berturut-turut berhasil menempati pole position, sedangkan The Doctor, Valetino Rossi ada diurutan kedua. Tanpa halangan berati balapanpun dilaksanakan dan setelah lampu hijau menyala tampak bahwa motor Honda bereaksi sangat cepat begitu juga Ducatti yang ditunggangi oleh Stonner dan Hayden. Masuk ditikungan pertama Stonner masih berada didepan diikuti oleh Rossi diikuti oleh Hayden dan Davizioso. Setelah beberapa tikungan bencana itupun terjadi, Stonner tidak mampu menguasai motornya dan terjatuh dan keluar sirkuit.
Balapan berlangsung menarik dan terbagi atas beberapa bagian. Di bagian depan saling memacu motor yaitu Rossi, Dovisiso dan Hayden sedangkan dibagian kedua ada Stonner dan tidak begitu jauh ada Ben Spies yang merupakan rookie tahun ini yang berasal dari motor bike. Lorenzo yang agak telah panas memang sempat tercecer dibelakang namun dengan kemampuannya dan motor besutannya yang lebih baik akhirnya mampu berusaha menyodok kedepan.
Rossi yang tau bahwa motor Honda akan lebih cepat pada track lurus mencoba membuat gap dengan Dovi dan Hayden dan ini terus terjadi sampai akhirnya Rossi mampu menjuarai balapan di Losail kali ini. Sedangkan perebutan tempat kedua justru menjadi milik Lorenzo, yang dengan susah payah berhasil melewati hadangan Honda dan Ducatti yang ada didepannya. Sedangkan tempat ketiga berhasil diraih oleh Honda walaupun Hayden sempat memimpin namun pada tikungan terakhir dia berhasil dilewati oleh Honda yang memang lebih bertenaga di trac lurus.
Senin, April 12, 2010
Jumat, April 09, 2010
Gayus Sang Makelar Kasus
Minggu-minggu belakangan ini semua media baik elektronik maupun surat kabar sibuk memberitakan tentang adanya makelar kasus di dirjen pajak. Disaat ditjen Pajak sedang menggalakkan pembayaran pajak malah timbul kasus ini. Gayus ditangkap oleh tim dari mabes Polri di Singapura setelah berhasil kabur. Kini hasil dari laporan gayus sudah banyak korban yang berjatuhan baik dari institusi Polri maupun Kejaksaan. Dari Polri, sudah ada 3 pejabat Polri yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan di tubuh kejaksaan, Jaksa Agung Hendaman Supandji menyatakan bahwa disinyalir ada 15 orang jaksa yang terkait kasus gayus yang akan ditetapkan sebagai tersangka.
Mengelitik bila melihat korban yang berjatuhan akibat kasus gayus ini. Dari institusi Polri ada 2 Jendral Tinggi Kepolisian yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Edmond Ilyas dan Raja Erizman. Lucunya keduanya sempat membantah kabar bahwa mereka tersangkut dalam kasus tersebut. Bahkan Raja Erizman sempat mengutip ucapan Komjen Susno Duadji dalam sidang dengan DPR. Tapi apa lacur, mereka berdua kini telah ditetapkan sebgai tersangka.
Lebih lucu lagi adalah jaksa yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Salah satunya adalah Cyrus Cinaga yang dulu menjadi jaksa penuntut pada kasus Antasari Azhar. Bahkan disaat dimintai keterangan oleh wartawan, dia malah membentak para pemburu berita itu. Keterlibatannya adalah sebagai jaksa peneliti dalam kasus gayus yang mengurangi pasal yang diajukan kepada gayus.
Kini bila cyrus cinaga dipertanyakan keobjektifitasannya, tentunya semua kasus yang pernah dipimpin oleh dia perlu dipertanyakan. Apakah semua dakwaan itu murni tanpa adanya rekayasa. Dan tampaknya semua akan terjawab seiring berjalannya waktu.
Kebenaran memang tidak dapat disembunyikan dan selalu dapat mencari jalan untuk dapat muncul kepermukaan.
Mengelitik bila melihat korban yang berjatuhan akibat kasus gayus ini. Dari institusi Polri ada 2 Jendral Tinggi Kepolisian yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Edmond Ilyas dan Raja Erizman. Lucunya keduanya sempat membantah kabar bahwa mereka tersangkut dalam kasus tersebut. Bahkan Raja Erizman sempat mengutip ucapan Komjen Susno Duadji dalam sidang dengan DPR. Tapi apa lacur, mereka berdua kini telah ditetapkan sebgai tersangka.
Lebih lucu lagi adalah jaksa yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Salah satunya adalah Cyrus Cinaga yang dulu menjadi jaksa penuntut pada kasus Antasari Azhar. Bahkan disaat dimintai keterangan oleh wartawan, dia malah membentak para pemburu berita itu. Keterlibatannya adalah sebagai jaksa peneliti dalam kasus gayus yang mengurangi pasal yang diajukan kepada gayus.
Kini bila cyrus cinaga dipertanyakan keobjektifitasannya, tentunya semua kasus yang pernah dipimpin oleh dia perlu dipertanyakan. Apakah semua dakwaan itu murni tanpa adanya rekayasa. Dan tampaknya semua akan terjawab seiring berjalannya waktu.
Kebenaran memang tidak dapat disembunyikan dan selalu dapat mencari jalan untuk dapat muncul kepermukaan.
Rabu, Maret 31, 2010
Update Status
Beberapa hari belakangan ini saya selalu tertawa sendiri bila membaca update status dari teman-teman saya. Bukan karena apa yang mereka tuliskan itu lucu akan tetapi kelucuan itu timbul karena seharusnya mereka tidak menulis update tersebut. Banyak dari mereka yang bahkan untuk sesuatu urusan yang personalpun dituliskan di facebook. Memang tidak ada larangan bagi siapapun untuk menulis apapun di facebook asal mereka dapat mempertanggungjawabkan tulisan mereka itu. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka. Tentunya siapapun itu, tahu bahwa status mereka itu akan dibaca oleh teman-temannya sesuai dengan settingan masing-masing orang dan tentunya sipenulis mengharapkan agar apa yang dia tulis akan dibaca oleh teman-temannya. Nah disinilah timbul masalah itu. Ya mungkin tidak untuk semua orang, tapi bagi saya sungguh lucu dan menggelikan. Bagaimana mungkin, seorang teman kita yang dulunya bahkan hampir kita tidak kenal karena lain tongkrongan atau selalu ada dibarisan belakang pada saat ada acara-acara tertentu, tapi kini dengan sigapnya selalu menuliskan apapun yang dia lakukan setiap menit, jam bahkan detik(ngak mungkin kali ya). Saya bukanlah orang yang apatis, tapi menurut saya apa yang mereka lakukan itu menunjukkan bahwa mereka masih membutuhkan pengakuan terhadap dirinya baik melalui kegiatannya ataupun tingkat ekonominya.
Saya berpendapat bahwa dengan usia sekarang ini yang lebih dari 30 tahun, telah menikah dan telah melewati berbagai macam pengalaman hidup selama ini, apa lagi yang perlu kita cari, karena kini saatnya untuk settle down dan mengurus hidup untuk kekeadaan yang lebih baik di masa mendatang. Tapi ternyata ada bahkan banyak dari teman-teman sejawat saya yang masih membutuhkan pengakuan diri. Itu bisa terlihat dari status mereka di fb. Mereka dengan sigapnya menuliskan mereka makan siang dimana dan makan apa, atau dimana mereka akan menghabiskan weekend ini atau yang lebih parah lagi ada yang menuliskan kapan mereka buang hajat.
Apapun itu, saya mendukung kebebasan berbicara dan berpendapat namun mungkin bisa sekiranya agar kita mampu untuk lebih dewasa sedikit dalam bertindak.
Saya berpendapat bahwa dengan usia sekarang ini yang lebih dari 30 tahun, telah menikah dan telah melewati berbagai macam pengalaman hidup selama ini, apa lagi yang perlu kita cari, karena kini saatnya untuk settle down dan mengurus hidup untuk kekeadaan yang lebih baik di masa mendatang. Tapi ternyata ada bahkan banyak dari teman-teman sejawat saya yang masih membutuhkan pengakuan diri. Itu bisa terlihat dari status mereka di fb. Mereka dengan sigapnya menuliskan mereka makan siang dimana dan makan apa, atau dimana mereka akan menghabiskan weekend ini atau yang lebih parah lagi ada yang menuliskan kapan mereka buang hajat.
Apapun itu, saya mendukung kebebasan berbicara dan berpendapat namun mungkin bisa sekiranya agar kita mampu untuk lebih dewasa sedikit dalam bertindak.
Jumat, Februari 26, 2010
Pansus Century I
Panitian pansus telah memberikan pandangan akhir dari tiap fraksi mengenai kasus bank Century. Hasilnya memang sangat diluar dugaan terutama bagi mereka yang mendukung keputusan bail out Century. Dari partai koalisi ada 2 partai yang ternyata justru menyatakan bahwa terjadi penyimpangan terhadap bail out bank Century, sedangkan dari partai oposisi ada kejutan yang sangat mengecewakan terutama bagi saya pribadi ketika Gerindra tidak menyebutkan secara spesifik siapa yang bertanggung jawab terhadap kasus ini.
PDIP sebagai partai oposisi menyatakan bahwa terjadi pelanggaran undang-undang dalam proses bail out tersebut dan pihak yang bertanggung jawab adalah Boediono sebagai kepala BI pada saat itu dan juga Sri Mulyani yang saat itu bertindak sebagai ketua KSSK. PKS juga sependapat dan mengusulkan agar kepolisian segera mengusut hal tersebut secara hukum. Golkar yang juga merupakan partai koalisi tidak kalah garang, dengan tegas menyatakan bahwa terjadi korupsi dalam proses tersebut dan walaupun hanya menyebutkan inisial tapi pada akhir penyampaian pandangan fraksinya, anggota DPR dari fraksi Golkar tersebut menyebutkan secara gamblang siapa saja yang bertanggung jawab.
Hanya partai Demokrat dan PKB yang menyatakan bahwa apa yang dilakukan terhadap bank Century sudah sesuai dengan UU dan tidak ada pelanggaran yang terjadi, namun ada pelanggaran pada saat merger pembentukan bank Century. PPP dan PAN lebih memilih untuk berada didaerah abu-abu dengan tidak menyatakan secara jelas pandangan mereka. Yang mengecewakan justru apa yang dipaparkan oleh Gerindra. Sebagai parta oposisi apa yang disampaikan oleh Gerindra sepertinya justru bertentangan dengan semangat oposisi mereka. Gerindra justru tidak menyebutkan subjek yang bertanggung jawab terhadap kasus tersbut.
Bila melihat hal ini tentunya diharapkan hasil keputusan pansus tidak berbeda dengan pandangan mayoritas anggota pansus yang menyatakan bahwa memang terjadi pelanggaran dalam bail out bank Century. Keputusan pansus yang nantinya akan dibahas dalam sidang paripurna hendaknya tidaklah bertentangan dengan keinginan rakyat. Tentunya kita tidak mengharapkan bahwa nanti pada saat sidang paripurna, justru menghasilkan keputusan yang berbeda dengan kesimpulan akhir panitia pansus. Apabila ini yang benar terjadi, sungguh anggota DPR benar-benar telah mengkhianati rakyat Indonesia dan apabila lobi-lobi yang gencar dilakukan oleh partai Demokrat berhasil mencapai tujuannya maka seharusnya rakyat tahu siapa dan apa yang sebenarnya busuk di negara kita ini.
Yang sangat saya sesalkan adalah bagaimana mungkin banyak dari akademisi bahkan para ahli yang justru memberikan dukungan kepada pengambilan keputusan ini, ketika sudah jelas banyak peraturan dan perundang-undangan yang dilanggar dan dibuat hanya untuk meloloskan perbuatan ini. Inilah yang harus ditanggung oleh masyarakat Indonesia, bagaimana para pemimpinnya masih saja berfikir bahwa mereka berhak untuk terus membodohi rakyatnya dengan alasan kepentingan nasional. Inilah nasib masyarakat Indonesia yang nasibnya tergantung dari segelintir orang yang mampu membeli kekuasaan dengan uang.
Semoga hasil paripurna nanti sesuai dengan tuntutan dan hati nurani rakyat, karena apabila tidak....
PDIP sebagai partai oposisi menyatakan bahwa terjadi pelanggaran undang-undang dalam proses bail out tersebut dan pihak yang bertanggung jawab adalah Boediono sebagai kepala BI pada saat itu dan juga Sri Mulyani yang saat itu bertindak sebagai ketua KSSK. PKS juga sependapat dan mengusulkan agar kepolisian segera mengusut hal tersebut secara hukum. Golkar yang juga merupakan partai koalisi tidak kalah garang, dengan tegas menyatakan bahwa terjadi korupsi dalam proses tersebut dan walaupun hanya menyebutkan inisial tapi pada akhir penyampaian pandangan fraksinya, anggota DPR dari fraksi Golkar tersebut menyebutkan secara gamblang siapa saja yang bertanggung jawab.
Hanya partai Demokrat dan PKB yang menyatakan bahwa apa yang dilakukan terhadap bank Century sudah sesuai dengan UU dan tidak ada pelanggaran yang terjadi, namun ada pelanggaran pada saat merger pembentukan bank Century. PPP dan PAN lebih memilih untuk berada didaerah abu-abu dengan tidak menyatakan secara jelas pandangan mereka. Yang mengecewakan justru apa yang dipaparkan oleh Gerindra. Sebagai parta oposisi apa yang disampaikan oleh Gerindra sepertinya justru bertentangan dengan semangat oposisi mereka. Gerindra justru tidak menyebutkan subjek yang bertanggung jawab terhadap kasus tersbut.
Bila melihat hal ini tentunya diharapkan hasil keputusan pansus tidak berbeda dengan pandangan mayoritas anggota pansus yang menyatakan bahwa memang terjadi pelanggaran dalam bail out bank Century. Keputusan pansus yang nantinya akan dibahas dalam sidang paripurna hendaknya tidaklah bertentangan dengan keinginan rakyat. Tentunya kita tidak mengharapkan bahwa nanti pada saat sidang paripurna, justru menghasilkan keputusan yang berbeda dengan kesimpulan akhir panitia pansus. Apabila ini yang benar terjadi, sungguh anggota DPR benar-benar telah mengkhianati rakyat Indonesia dan apabila lobi-lobi yang gencar dilakukan oleh partai Demokrat berhasil mencapai tujuannya maka seharusnya rakyat tahu siapa dan apa yang sebenarnya busuk di negara kita ini.
Yang sangat saya sesalkan adalah bagaimana mungkin banyak dari akademisi bahkan para ahli yang justru memberikan dukungan kepada pengambilan keputusan ini, ketika sudah jelas banyak peraturan dan perundang-undangan yang dilanggar dan dibuat hanya untuk meloloskan perbuatan ini. Inilah yang harus ditanggung oleh masyarakat Indonesia, bagaimana para pemimpinnya masih saja berfikir bahwa mereka berhak untuk terus membodohi rakyatnya dengan alasan kepentingan nasional. Inilah nasib masyarakat Indonesia yang nasibnya tergantung dari segelintir orang yang mampu membeli kekuasaan dengan uang.
Semoga hasil paripurna nanti sesuai dengan tuntutan dan hati nurani rakyat, karena apabila tidak....
Senin, Januari 25, 2010
BANJIR
Jakarta dan banjir seperti dua kata yang tidak bisa dipisahkan belakangan ini terutama apabila masuk musim penghujan. Banjir seperti sudah menjadi masalah yang rutin yang harus dialami oleh sebagian warga Jakarta. Tidak hanya banjir kiriman tapi kini apabila hujan turun selama lebih dari 6 jam maka bisa dipastikan banyak daerah yang langsung tergenang oleh air. Bahkan jalan utama sekelas jalan Sudirman dan Thamrinpun tidak terlepas dari masalah ini.
Usaha pemerintah daerah dengan meningkatkan proses pengerjaan banjir kanat timur dan barat memang sudah tepat. Namun hendaknya juga perlu ada mega proyek selain kedua proyek tersebut untuk menanggulangi banjir yang terjadi di ibukota kita tercinta ini. Banjir kanal yang sedang dibuat sekarang ini masih belum cukup untuk mengatasi masalah masiv ini. Hendaknya pemerintah daerah mencanangkan proyek pembersihan dan pengerukan kali utama yang ada di Jakarta ini. DAS disepanjang sungai utama yang mengaliri ibukota ini harus bebas dari segala macam penggunaan tanah baik itu pemukiman maupun apapun juga namanya. Hal ini memang mengakibatkan penggusuran besar-besaran namun demi kepentingan yang lebih besar hendaknya hal ini perlu dilakukan. Apabila ini bisa dilaksanakan maka selain bisa mengatasi masalah banjir tapi juga hal ini dapat mengatasi prolem transportasi ibukota dimana transportasi sungai bisa dilaksankan secara optimal. Merupakan impian pribadi saya membayangkan bagaimana nantinya kita bisa melihat sungai ciliwung sepeti sungai-sungai yang mengalir dinegara-negara di Eropa.
Memang, usaha untuk mengatasi banjir ini perlu didukung tidak hanya oleh pemda jakata tapi juga oleh daerah-daerah penyangganya terutama daerah sekitar puncak yang merupakan hulu dari sungai-sungai yang mengalir di Jakarta. Namun menurut saya inti masalahnya justru lebih besar ada di dalam kota sendiri. Aliran air yang terhambat karena banyaknya sampah dan juga pendangkalan sungai akibat pengendapan sampah. Dibutuhkan kesungguhan dan keseriusan dari pengambil kebijakan agar dapat mengatasi masalah banjir ini.
Jadi menurut saya ada beberapa hal yang bisa dilakukan atau harus dilakukan oleh pemda agar dapat mengatasi masalah banjir di jakarta, antara lain :
1. Mensterilkan DAS sungai-sungai yang mengalir di Jakarta sehingga bebas dari berbagai macam penggunaan tanah seperti pemukiman ataupun jalan. Setidaknya jarak 1 meter dari sungai harus steril dari berbagai macam penggunaan tanah apapun.
2. Mengeruk dasar sungai sehingga air dapat mengalir lebih lancar.
3. Membuat saluran pembuangan bawah tanah yang sistematis, dimana hal ini bisa dilakukan seiring dengan proyek pemda untuk membuat MRT atau kereta bawah tanah.
Inilah beberapa solusi yang bisa ditawarkan agar masalah banjir ini bisa teratasi.
Usaha pemerintah daerah dengan meningkatkan proses pengerjaan banjir kanat timur dan barat memang sudah tepat. Namun hendaknya juga perlu ada mega proyek selain kedua proyek tersebut untuk menanggulangi banjir yang terjadi di ibukota kita tercinta ini. Banjir kanal yang sedang dibuat sekarang ini masih belum cukup untuk mengatasi masalah masiv ini. Hendaknya pemerintah daerah mencanangkan proyek pembersihan dan pengerukan kali utama yang ada di Jakarta ini. DAS disepanjang sungai utama yang mengaliri ibukota ini harus bebas dari segala macam penggunaan tanah baik itu pemukiman maupun apapun juga namanya. Hal ini memang mengakibatkan penggusuran besar-besaran namun demi kepentingan yang lebih besar hendaknya hal ini perlu dilakukan. Apabila ini bisa dilaksanakan maka selain bisa mengatasi masalah banjir tapi juga hal ini dapat mengatasi prolem transportasi ibukota dimana transportasi sungai bisa dilaksankan secara optimal. Merupakan impian pribadi saya membayangkan bagaimana nantinya kita bisa melihat sungai ciliwung sepeti sungai-sungai yang mengalir dinegara-negara di Eropa.
Memang, usaha untuk mengatasi banjir ini perlu didukung tidak hanya oleh pemda jakata tapi juga oleh daerah-daerah penyangganya terutama daerah sekitar puncak yang merupakan hulu dari sungai-sungai yang mengalir di Jakarta. Namun menurut saya inti masalahnya justru lebih besar ada di dalam kota sendiri. Aliran air yang terhambat karena banyaknya sampah dan juga pendangkalan sungai akibat pengendapan sampah. Dibutuhkan kesungguhan dan keseriusan dari pengambil kebijakan agar dapat mengatasi masalah banjir ini.
Jadi menurut saya ada beberapa hal yang bisa dilakukan atau harus dilakukan oleh pemda agar dapat mengatasi masalah banjir di jakarta, antara lain :
1. Mensterilkan DAS sungai-sungai yang mengalir di Jakarta sehingga bebas dari berbagai macam penggunaan tanah seperti pemukiman ataupun jalan. Setidaknya jarak 1 meter dari sungai harus steril dari berbagai macam penggunaan tanah apapun.
2. Mengeruk dasar sungai sehingga air dapat mengalir lebih lancar.
3. Membuat saluran pembuangan bawah tanah yang sistematis, dimana hal ini bisa dilakukan seiring dengan proyek pemda untuk membuat MRT atau kereta bawah tanah.
Inilah beberapa solusi yang bisa ditawarkan agar masalah banjir ini bisa teratasi.
Minggu, Januari 24, 2010
BUSWAY
Busway merupakan program yang dicanangkan pada masa gubernur Sutiyoso dan sampai saat ini telah berlangsung lebih dari 4 tahun. Melihat masih banyaknya kelemahan terhadap moda transportasi ini hendaknya kita semua dapat memberikan masukan bagi berhasilnya moda transportasi satu ini karena bila kita melihat manfaat yang diberikannya sejauh ini bisa dibilang sudah memuaskan walaupun masih banyak kekurangan disana-sini.
Busway pada mulanya diadakan sebagai alat transportasi yang bebas hambatan yaitu dengan disediakannya lajur khusus bagi busway itu sendiri dan juga sebagai alat transportasi yang cukup nyaman dengan dilengkapi pendingin. Namun sekarang yang terjadi dilapangan, busway pada beberapa koridor tertentu tidak dapat menjadi alat transportasi yang bebas hambatan dan juga keadaan didalam bus yang penuh sesak sehingga mengakibatkan AC tidak berfungsi secara maksimal. Dari masalah yang timbul, kita dapat mengetahui bahwa upaya yang dilakukan oleh pengelola busway untuk memperbanyak koridor atau jalur busway ternyata tidak membawa pengaruh yang signifikan terhadap perbaikan service dari busway itu sendiri. Ada baiknya pengelola menghapus beberapa jalur yang memang belum sangat dibutuhkan, selain karena jumlah konsumennya yang tidak terlalu banyak dan juga ada kendaraan lain yang juga mampu melayani rute tersebut. Hendaknya pengelola dapat menambah armadanya pada rute-rute yang memang sangat padat dan ada penambahan lagi pada saat memasuki jam pulang kantor, sehingga penumpukan penumpang tidak terjadi seperti sekarang ini.
Untuk pelayanan yang perlu ditingkatkan selain penambahan armada, pengelola hendaknya memperhatikan juga halte untuk menunggu. Setidaknya pada beberapa halte yang memang merupakan halte utama diberi pendingin ruangan dan diperluas sehingga keadaan yang semrawut dapat dihindari dan juga penumpang nyaman saat menunggu bus datang. Tidak perlu semua halte dibuat seperti ini, namun beberapa saja yang memang sangat perlu untuk diperhatikan kenyamanan dan servicenya.
Masalah yang paling utama yang menghambat bagi perkembangan busway di Jakarta adalah masih tidak disiplinnya para pengguna jalan yang seenaknya masuk ke dalam jalur yang khusus diperuntukkan untuk busway. Bisa kita lihat bagaimana motor dan mobil masuk kedalam jalur busway dan akhirnya membuat busway tersebut tersendat. Memang pada beberapa ruas jalan, jalur khusus yang dibuat untuk busway ini justru membuat jalan yang sudah sempit menjadi lebih sempit. Hal ini membuat para pengendara masuk ke jalur busway karena tidak adanya pembatas ataupun marka yang dapat mencegah mereka masuk ke jalur busway tersebut. Saran dari saya adalah hendaknya disetiap jalur masuk busway dibuat suatu penahan dari besi/logam yang benar-benar menutup jalur tersebut sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan lain selain busway. Sedangkan untuk busway, didepan kendaraannya dibuat semacam besi pendorong yang sesuai dengan penghalang yang dipasang didepan jalurnya. Hal ini membuat hanya busway yang dapat memasuki jalur tersebut dan hanya orang yang mau kendaraannya rusak akibat tertabark pembatas itu yang mau masuk kedalam jalur busway tersebut. Sedangkan untuk jalur sepanjang busway tersebut, dipasang semacam lintasan berduri sehingga mereka yang mencoba masuk kedalam jalu busway tersebut ban kendaraannya akan pecah. Memang hal ini terlihat ekstrim, namun bila masyarakat melihat bahwa dengan menggunakan busway ternyata waktu tempuhnya bisa lebih efisien dan lebih nyaman tentunya sedikit demi sedikit usaha pemda untuk mencoba mengalihkan para pengguna kendaraan pribadi untuk berlaih ke angkutan umum bisa terlaksana.
Dengan semua solusi diatas semoga saja busway dapat menjadi moda transportasi unggulan seperti yang diharapkan.
Busway pada mulanya diadakan sebagai alat transportasi yang bebas hambatan yaitu dengan disediakannya lajur khusus bagi busway itu sendiri dan juga sebagai alat transportasi yang cukup nyaman dengan dilengkapi pendingin. Namun sekarang yang terjadi dilapangan, busway pada beberapa koridor tertentu tidak dapat menjadi alat transportasi yang bebas hambatan dan juga keadaan didalam bus yang penuh sesak sehingga mengakibatkan AC tidak berfungsi secara maksimal. Dari masalah yang timbul, kita dapat mengetahui bahwa upaya yang dilakukan oleh pengelola busway untuk memperbanyak koridor atau jalur busway ternyata tidak membawa pengaruh yang signifikan terhadap perbaikan service dari busway itu sendiri. Ada baiknya pengelola menghapus beberapa jalur yang memang belum sangat dibutuhkan, selain karena jumlah konsumennya yang tidak terlalu banyak dan juga ada kendaraan lain yang juga mampu melayani rute tersebut. Hendaknya pengelola dapat menambah armadanya pada rute-rute yang memang sangat padat dan ada penambahan lagi pada saat memasuki jam pulang kantor, sehingga penumpukan penumpang tidak terjadi seperti sekarang ini.
Untuk pelayanan yang perlu ditingkatkan selain penambahan armada, pengelola hendaknya memperhatikan juga halte untuk menunggu. Setidaknya pada beberapa halte yang memang merupakan halte utama diberi pendingin ruangan dan diperluas sehingga keadaan yang semrawut dapat dihindari dan juga penumpang nyaman saat menunggu bus datang. Tidak perlu semua halte dibuat seperti ini, namun beberapa saja yang memang sangat perlu untuk diperhatikan kenyamanan dan servicenya.
Masalah yang paling utama yang menghambat bagi perkembangan busway di Jakarta adalah masih tidak disiplinnya para pengguna jalan yang seenaknya masuk ke dalam jalur yang khusus diperuntukkan untuk busway. Bisa kita lihat bagaimana motor dan mobil masuk kedalam jalur busway dan akhirnya membuat busway tersebut tersendat. Memang pada beberapa ruas jalan, jalur khusus yang dibuat untuk busway ini justru membuat jalan yang sudah sempit menjadi lebih sempit. Hal ini membuat para pengendara masuk ke jalur busway karena tidak adanya pembatas ataupun marka yang dapat mencegah mereka masuk ke jalur busway tersebut. Saran dari saya adalah hendaknya disetiap jalur masuk busway dibuat suatu penahan dari besi/logam yang benar-benar menutup jalur tersebut sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan lain selain busway. Sedangkan untuk busway, didepan kendaraannya dibuat semacam besi pendorong yang sesuai dengan penghalang yang dipasang didepan jalurnya. Hal ini membuat hanya busway yang dapat memasuki jalur tersebut dan hanya orang yang mau kendaraannya rusak akibat tertabark pembatas itu yang mau masuk kedalam jalur busway tersebut. Sedangkan untuk jalur sepanjang busway tersebut, dipasang semacam lintasan berduri sehingga mereka yang mencoba masuk kedalam jalu busway tersebut ban kendaraannya akan pecah. Memang hal ini terlihat ekstrim, namun bila masyarakat melihat bahwa dengan menggunakan busway ternyata waktu tempuhnya bisa lebih efisien dan lebih nyaman tentunya sedikit demi sedikit usaha pemda untuk mencoba mengalihkan para pengguna kendaraan pribadi untuk berlaih ke angkutan umum bisa terlaksana.
Dengan semua solusi diatas semoga saja busway dapat menjadi moda transportasi unggulan seperti yang diharapkan.
Kamis, Januari 07, 2010
Geliat Pansus Di Tahun Baru 2010
Pansus yang dibentuk oleh DPR untuk menyelidiki kasus Bank Century terus bekerja. Dengan semangat baru setelah libur panjang akhir tahun, para anggota pansus tampaknya bersemangat untuk meneruskan tugas mereka, hal ini bisa dilihat dari serunya perang mulut antara anggota DPR Gayus Lumbung dari fraksi PDIP dengan Ruhut Sitompul dari fraksi Partai Demokrat. Keduanya bersitegang dalam rapat pansus karena terjadi selisih paham diantara keduanya. Ruhut merasa apabila keterangan yang diberikan oleh para saksi hari ini tidak terlalu berguna hendaknya waktu rapat tidaklah perlu terlalu lama, namun sebagai pemimpin rapat Gayus menolak hal tersebut karena memang sudah ada undang-undang yang mengatur bahwa para saksi itu wajib untuk memberikan jawaban atas pertanyaan anggota pansus sampai yang bersangkutan puas.
Melihat gelagat seperti ini tampakany masyarakat bisa menilai siapa yang sebenarnya pro atau kontra terhadap pansus ini. Ini bukan pertamakalinya Ruhut bersitegang dengan sesama anggota pansus. Terlihat bahwa ada agenda dari Ruhut untuk melindungi para saksi yang terlalu dicecar oleh para anggota pansus terutama yang dicecar oleh anggota pansus dari fraksi PDIP dan Golkar. Dalam keributannya dengan Gayus, Ruhut sempat mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh seorang anggota dewan yang terhormat. Sebelum inipun Ruhut pernah walk out dari sebuah diskusi mengenai wapres Beodiono yang diadakan oleh sebuah LSM. Dalam diskusi itu, Ruhut mengucapkan kalimat yang SARA sehingga mendapat penolakan dan cacian dari para peserta diskusi. Tampaknya Ruhut ingin menunjukkan pada sang boss besar bahwa dia rela mati demi membela partai Demokrat atau lebih khususnya SBY. Namun bila kita mau jujur melihat track record Ruhut yang dulunya merupakan kader Golkar dan kini setelah Demokrat yang berkuasa dia langsung beralih haluan dengan cepat.
Ruhut adalah politikus yang termasuk boleh dibilang kental dengan nuansa kepentingan, karena bisa dilihat dari begitu cepatnya dia berganti haluan dalam karir politiknya. Dulu pada saat Golkar berjaya dia dengan lantang menyuarakan dukungannya pada partai berlambang pohon beringin itu dan kini setelah SBY dan Demokrat berjaya, tampak sekali bahwa Ruhut menjadi garda terdepan dalam membela SBY.
Terlepas dari itu semua, bagaimanapun hebatnya seseorang atau bagaimanapun pintarnya seseorang adalah tidak pada tempatnya apabila seorang anggota dewan yang terhormat sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas di ruang sidang. Bangsa kita adalah bangsa yang beragama dan tentunya bangsa yang menghargai orang lain. Selain itu juga seorang anggota dewan hendaknya bisa memberi contoh sehingga masyarakat yang melihatnya mendapatkan masukan yang positif terhadap mereka.
Benar kata manta Presiden kita yang baru saja wafat beberapa waktu lalu. Gus Dur dalam sidang dengan DPR dan MPR pernah berkata bahwa anggota dewan itu seperti anak TK saja dan ternyata pernyataan guru bangsa itu benar dan dengan bangga mereka pertontonkan kepada masyarakat luas dan dengan lugas dan tegas pula anggota dewan tersebut berkata bahwa apa yang dilakukannya dalam ruang sidang itu mendapat dukungan dari banyak pihak(he...he...bisa aja ngelesnya kalo lagi ditanya wartawan).
Semoga dengan masuknya tahun baru 2010 ini membawa angin segar dan perubahan menuju arah yang lebih baik bagi negara kita umumnya dan kita semua pada khususnya.
Melihat gelagat seperti ini tampakany masyarakat bisa menilai siapa yang sebenarnya pro atau kontra terhadap pansus ini. Ini bukan pertamakalinya Ruhut bersitegang dengan sesama anggota pansus. Terlihat bahwa ada agenda dari Ruhut untuk melindungi para saksi yang terlalu dicecar oleh para anggota pansus terutama yang dicecar oleh anggota pansus dari fraksi PDIP dan Golkar. Dalam keributannya dengan Gayus, Ruhut sempat mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh seorang anggota dewan yang terhormat. Sebelum inipun Ruhut pernah walk out dari sebuah diskusi mengenai wapres Beodiono yang diadakan oleh sebuah LSM. Dalam diskusi itu, Ruhut mengucapkan kalimat yang SARA sehingga mendapat penolakan dan cacian dari para peserta diskusi. Tampaknya Ruhut ingin menunjukkan pada sang boss besar bahwa dia rela mati demi membela partai Demokrat atau lebih khususnya SBY. Namun bila kita mau jujur melihat track record Ruhut yang dulunya merupakan kader Golkar dan kini setelah Demokrat yang berkuasa dia langsung beralih haluan dengan cepat.
Ruhut adalah politikus yang termasuk boleh dibilang kental dengan nuansa kepentingan, karena bisa dilihat dari begitu cepatnya dia berganti haluan dalam karir politiknya. Dulu pada saat Golkar berjaya dia dengan lantang menyuarakan dukungannya pada partai berlambang pohon beringin itu dan kini setelah SBY dan Demokrat berjaya, tampak sekali bahwa Ruhut menjadi garda terdepan dalam membela SBY.
Terlepas dari itu semua, bagaimanapun hebatnya seseorang atau bagaimanapun pintarnya seseorang adalah tidak pada tempatnya apabila seorang anggota dewan yang terhormat sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas di ruang sidang. Bangsa kita adalah bangsa yang beragama dan tentunya bangsa yang menghargai orang lain. Selain itu juga seorang anggota dewan hendaknya bisa memberi contoh sehingga masyarakat yang melihatnya mendapatkan masukan yang positif terhadap mereka.
Benar kata manta Presiden kita yang baru saja wafat beberapa waktu lalu. Gus Dur dalam sidang dengan DPR dan MPR pernah berkata bahwa anggota dewan itu seperti anak TK saja dan ternyata pernyataan guru bangsa itu benar dan dengan bangga mereka pertontonkan kepada masyarakat luas dan dengan lugas dan tegas pula anggota dewan tersebut berkata bahwa apa yang dilakukannya dalam ruang sidang itu mendapat dukungan dari banyak pihak(he...he...bisa aja ngelesnya kalo lagi ditanya wartawan).
Semoga dengan masuknya tahun baru 2010 ini membawa angin segar dan perubahan menuju arah yang lebih baik bagi negara kita umumnya dan kita semua pada khususnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
