Kamis, Oktober 29, 2009

Buaya Versus Cicak


Buaya versus cicak. Ya itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan pertikaian yang terjadi antara Polri dengan KPK. Pertikaian ini terjadi buntut dari penyadapan yang dilakukan oleh KPK terhadap kabareskrim Soesno Duadji. Dalam rekaman itu disinyalir bahwa Soesna meminta sejumlah uang kepada pemilik bank Century yang sedang bermasalah apabila ingin penyelidikan dihentikan. Setelah munculnya rekaman percakapan itu, Soesno sebagai tertuduh telah menyangkal bahwa dia melakukan hal tersebut. Dalam pernyataannya beliau mengatakan bahwa dia tidak pernah melakukan hal tersebut dan mengenai penyadapan yang dilakukan oleh KPK dianggapnya sebagai tantangan dan penyadapan itu bersifat ilegal dan melanggar hukum.

Belum reda masalah itu menjadi perbincangan, publik kemudian dikejutkan dengan adanya testimoni dari Antasari yang merupakan mantan ketua KPK yang sedang tersandung kasus pembunuhan direktur BUMN. Dalam laptop Antasari, penyelidik menemukan rekaman percakapan antara Antasari dengan Anggoro pemilik perusahaan masaro yang sedang diselidiki KPK karena diduga melakukan korupsi terhadap penyediaan radio di departemen kehutanan. Dalam rekaman itu pula diketahui bahwa anggoro telah menyerahkan sejumlah uang kepada beberapa pemimpin KPK untuk menyelesaikan urusan tersebut.
Tak lama berselang, Polri memanggil dua pimpinan KPK yang masih aktif yaitu Bibit dan Candra Hamzah untuk menjadi saksi terhadap kasus penandatanganan surat pencabutan pencekalan terhadap Anggoro dan Joko Tjandra yang tersandung kasus BLBI. Melalui proses yang tidak begitu lama, kedua pimpinan KPK itu akhirnya ditentukan sebagai tersangka denga tuduhan telah menyalahgunakan wewenang sebagai pimpinan KPK. Hal inilah yang membuat banyak pihak mempertanyakan kemurnian penyelidikan ini. Sekarang ini timbul opini yang menyatakan bahwa terjadi kriminalisasi terhadap para pimpinan KPK ini. KPK kini mempunyai bukti rekaman yang dilakukan antara anggodo yang merupakan saudara dari anggoro dengan jamintel, wisnu subroto dan wakit kejagung mengenai usaha untuk menjebak kedua pimpinan KPK tersebut. Benar atau tidaknya semua kejadian ini tapi satu yang pasti KPK sebagai satu-satunya lembaga pemerintah yang mampu menjerat para koruptor telah digerogoti kekuatannya. Setelah Antasari terkena kasus pembunuhan yang katanya berlatar belakang cinta segitiga (apa mungkin orang sekaliber beliau membunuh hanya demi seroang caddy di lapangan golf), lalu diberhentikannya lagi dua pimpinan KPK Bibit dan Candra Hamzah karena kasus yang dituduhkan kepada mereka. Dan kini para anggota dewan juga ingin mengurangi wewenang KPK dengan mencabut wewenang KPK untuk mengajukan dakwaan terhadap para tersangka koruputor.

Melihat sepak terjang KPK dibawah kepemimpinan Antasari, sangat beralasan apabila KPK mempunyai banyak musuh dan pihak-pihak yang tidak senang akan keberadaan institusi ini. Di bawah Antasari bahkan besan presidenpun terseret dalam kasus korupsi Bank Indonesia. Namun keperkasaan KPK harus diuji ketika hendak memberantas korupsi didalam badan kepolisian negara kita ini. Memang dalam hal penyadapan KPK harusnya mempunyai surat resmi untuk melakukan hal tersebut. Bahkan diluar negri, badan penyelidikan seperti FBI saja harus mendapatka surat resmi dari hakim untuk melakukan penyadapan terhadap seorang tersangka. Mengapa hal ini perlu, karena apabila tidak disertai surat resmi dari hakim atau badan yang berwenang maka bukti penyadapan itu akan menjadi sia-sia. Bila melihat reaksi berlebihan dari seosno duadji terhadap rekaman KPK itu, wajar jika muncul kecurigaan bahwa ada usaha untuk menjerat para pimpinan KPK itu. Bila kita melihat pengalaman pada masa lalu, walaupun Bibit dan Candra didukung oleh banyak pengacara dari KPK akan tetapi dengan adanya restu dari SBY untuk meneruskan penyelidikan ini, tampaknya jauh api dari panggang. Hal ini dikarenakan SBY telah menyetujui penonaktifan kedua orang tersebut dan telah menggantinya dengan ketua pelaksan harian yang baru. Hal ini membuat jajaran polri mendapat dukungan dari pemerintah. Inilah yang sebenarnya disayangkan. Memang SBY pernah menyatakan bahwa beliau tidak ingin dan tidak akan mencampuri urusan yang terjadi antara polri dan kpk ini, namun dengan keluarnya perpu itu justru menampakkan secara jelas dukungannya kepada polri.
Kita mungkin tidak akan pernah tahu siapa yang benar dan siapa yang salah, tapi satu yang harus kita tahu bahwa sangatlah susah untuk mendapatkan keadilan di Indonesia selama hukum di negara kita ini masih tunduk kepada kekuasaan dan uang.

Wasit Dalam Sepakbola Indonesia

Wasit merupakan satu-satunya pengadil di dalam lapangan sepakbola yang harus dituruti keputusannya. Memang wasit juga manusia yang tidak lepas dari kesalahan. Walaupun sudah dibantu oleh 2 wasit di sisi kiri dan kanan lapangan, akan tetapi luasnya lapangan bola dan berbagai kejadian yang prosesnya berlangsung dengan cepat membuat kadang-kadang keputusan wasit memang tidak begitu sempurna. Namun sebagai olahragawan yang mendukung sportifitas hendaknya semua pemain dan ofisial harus menuruti keputusan yang telah dijatuhkan di lapangan.
Menjadi wasit di Indonesia bisa dikategorikan sebagai pekerjaan dengan resiko tinggi. Hal ini bisa terjadi karena menjadi wasit dalam pertandingan sepakbola di Indonesia dituntut untuk siap apabila terjadi pengeroyokan yang dilakukan team yang tidak puas dengan keputusan sang wasit. Bisa terjadi dalam suatu pertandingan seorang wasit dikejar oleh lebih dari 5 pemain bahkan kadang-kadang pelatih dan tim ofisialpun ikut turut serta mengejar si wasit. Hal inilah yang sebenarnya harus menjadi perhatian PSSI sebagai induk cabang olahraga sepakbola di Indonesia. Selain pembinaan pemain muda dan penyelengaraan kompetisi yang baik dan kompetitif. PSSI hendaknya memberi sanksi yang tegas terhadap pemain yang terbukti bersalah memukul wasit. Hal ini harus diberlakukan secara tegas, karena apabila ada kelonggaran yang diberikan maka perbuatan seperti ini akan terus berlanjut.

Apabila ada seorang pemain yang memukul wasit sudah jelas bahwa dia sebenarnya bukanlah pemain sepakbola profesional akan tetapi merukan atlit beladiri yang senang bermain bola. Memang wasit dikejar oleh pemain tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Di luar negripun kejadian ini terjadi namun frekuensinya tidak sesering yang terjadi di Indonesia. Disini seakan-akan sudah menjadi tradisi bahwa apabila timnya kalah dan wasit sering memberikan keputusan yang menguntungkan pihak lawan maka bersiap-siaplah sang wasit untuk menerima cacian dan pukulan dari tim yang kalah. Sekali lagi saya usulkan dalam tulisan ini, bahwa PSSI harus memberi sanksi yang tegas denga memberi hukuman tidak boleh bermain dalam kompetisi lokal maupun nasional bagi pemain yang terbukti bersalah. Dengan adanya hukuman yang keras maka para pemain yang ingin beradu jotos dengan wasitpun akan berfikir dua kali untuk melakukannya. Apa demi kekecewaan sesaat,maka hilanglah mata pencaharian sebagai pemain sepakbola. Tentunya mereka tidak ingin semua itu terjadi.


Maju terus sepak bola Indonesia. Semoga semangat untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia di negara kita tidak surut.

Selasa, Oktober 27, 2009

Gaji Mentri Naik Lagi


Enak sekali menjadi pembantu presiden sekarang ini. Baru saja dilantik dan baru bekerja selama 3 hari tiba-tiba ada usulan untuk menaikkan gaji mereka. Hal ini menjadi isu yang hangat dibicarakan beberapa hari belakangan ini. Berita ini melebar setelah mentri aparatur negara melihat kembali beberapa peraturan lama yang didalamnya terdapat celah atau setidaknya terdapat beberapa hal yang membuat gaji mentri ini dapat naik. Walaupun berita ini disanggah oleh menko perekonomian tapi tetap saja hal ini telah menggangu perasaan masyarakat yang tengah susah payah berjuang mengatasi kesulitan hidup. Apa dengan gaji 5 juta sebulan dan tunjangan lain yang mencapai 13 juta itu para mentri tidak dapat bekerja dengan baik, belum ditambah biaya lain yang diberikan pada saat mereka melakukan kunjunga kerja.
Memang, agar para mentri itu dapat bekerja dengan baik dan dapat fokus pada tugasnya tanpa dibebani hal lain, gaji 5 juga itu memang tidaklah begitu besar. Sebagian profesional yang kini menjadi mentri mungkin sebelumnya mempunyai pendapatan perbulan 10 kali lipat dibanding angka diatas. Namun bila melihat bahwa mereka bersedia untuk menjadi mentri, hendaknya mereka juga rela berkorban untuk lebih dulu memperhatikan kepentingan rakyat banyak. Kalau memang mereka merasa bahwa pendapatan yang dihasilkannya saat menjabat mentri tidak sesuai harusnya mereka menolak pada saat dianggkat menjadi mentri. Sebagai pembantu presiden, harusnya mereka lebih fokus dalam memberikan bantuan dan dukungan kepada presiden agar dapat menhasilkan kebijakan yang lebih baik untuk kepentingan masyarakat banyak.
Intinya, dengan mereka bersedia menjadi pembantu presiden mereka juga bersedian untuk mendapatkan gaji sesuai dengan undang-undang yang ada dan apabila mereka merasa bahwa gaji itu tidak sepadan dengan apa yang mereka lakukan, ya lebih baik mereka mengundurkan diri saja.

Bangsa BIadab Itu Ialah Israel


Apa yang dilakukan oleh polisi dan tentara israel kemarin merupakan hal yang biadab. Agresi yang mereka lancarkan kepada rakyat Palestina yang sedang beribadah di dalam Mesjid Al Aqsho merupakan tindakan binatang. Dengan menggunakan kekuatan lengkap mereka menyerang rakyat Palestina yang hanya bersenjatakan batu dan minyak. Itulah usaha terakhir yang dapat dilakukan oleh rakyat Palestina terhadap kesewenang-wenangan israel. Kita bisa lihat di televisi bagaimana para tentara israel itu tanpa pandang bulu menghantam siapa saja yang menentang mereka, tidak peduli itu orang tua ataupun perempuan. Apa yang telah dilakukan oleh israel ini merupakan sebuat kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa lagi ditolerir. Liga Arab langsung bereaksi dengan mengutuk kejadian tersebut, namun hal itu masih kurang karena seperti kita tahu israel tidak akan mengacuhkan peringatan seperti itu. Bahkan PBB sebagai organisasi kemanusiaan terbesar saja tidak bisa menghentikan agresi israel tersebut.
Perebutan wilayah ini sudah berlangsung lama. Hal ini dikarenakan diprediksi bahwa di bawah mesjid Al Aqsholah terletak istana dari Nabi Sulaiman. Hal ini memang belum bisa dipastikan secara tepat, namun tampaknya hal inilah yang menjadi pemicu perebutan wilayah ini. Rakyat Palestina yang hanya bersenjatakan batu harus berhadapan dengan tentara Israel yang bersenjata lengkap. Sangan miris melihat bagaimana para saudara muslim kita harus berjuang mempertahankan wilayahnya dari agresor yang biadab tanpa ada bantuan dari siapapun. Israel menjadi jumawa karena apa saja yang mereka lakukan tidak pernah mendapat kecaman dari Amerika Serikat sebagai sekutunya, bahkan PBB pun tidak bisa berbuat apa-apa. Sebagian senat Amerika yang diisi oleh orang Yahudi inilah yang menyebabkan Amerika sepertinya menyetujui apa yang dilakukkan Israel. Bahkan dengan dalih menangkapi para demonstran yang melempari batu kepada polisi inilah cara israel masuk kedalam kompleks mesjid.
Bila dihubungkan dengan isu terorisme di Indonesia, dimana para pelakunya berniat untuk berjihad di jalan Allah, mengapa mereka tidak pergi saja ke Palestina dan membantu saudara kita melawan zionis israel tersebut. Mengapa harus melakukannya di negara kita sendiri yang hasilnya malah lebih kepada melemahnya perekonomian negara kita sendiri dibanding dengan negara yang menjadi target mereka. Seharusnya umat muslim di seluruh dunia bersatu untuk mengecam apa yang dilakukan oleh israel tersebut. Bila seluruh umat muslim di dunia mau bersatu untuk menekan Israel tentunya Amerika sebagai pendukung utama israelpun akan berpikir dua kali untuk tetap bersikap seperti sekarang ini. Namun bila melihat kenyataannya, para negara muslim yang ada hanya mampu bertindak sebatas mengecam tindakan tersebut tanpa bisa menghentikannya. Bahkan Arab Saudipun tidak bisa berbuat apa-apa melihat hal ini. Tinggallah rakyat Palestina berjuang sendiri melindungi salah satu lambang kejayaan Islam. Umat muslim di Indonesia, marilah kita membantu saudara kita di Palestina dengan terus berdoa semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan perlindungan kepada mereka.

Senin, Oktober 26, 2009

Lupa Kacang Pada Kulit

Saya jadi ingin sekali menulis mengenai hal ini setelah mendengar ilustrasi musik disalah satu televisi yang sedang menyiarkan berita mengenai isu kenaikan gaji mentri kabinet SBY yang baru. Ilustrasi musiknya adalah lagu Slank yang "lu harus grak". Syairnya secara jelas menyatakan bahwa mereka adalah sekumpulan orang yang aktif, bukan anak manja dan penuh kreativitas dan salah tempat bagi mereka-mereka yang ingin cari uang. Kata-kata ini sungguh tidak pantas dikeluarkan dari mulut seorang kaka yang seharusnya lebih tahu apa itu arti pertemanan. Dengan lagu ini seakan-akan mereka ingin membandingkan antara massa potlot zaman dulu dengan sekarang. Seolah Bimbim ingin mengambarkan bahwa mereka yang dulu berkumpul disana hanyalah anak-anak manja yang tidak punya kreativitas. Seolah mereka itu dengan berkumpul disana, ingin mencari keuntungan. Hendaknya Bimbim dan Kaka sadar bahwa apa yang mereka raih sekarang adalah buah dari apa yang telah mereka lakukan dulu. Memang dalam prosesnya terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan bagi beberapa pihak, tapi potlot yang sekarang besar karena mereka yang ada dulu.
Apa harus disalahkan kalau dulu (maaf nih sekali lagi nulisnya jujur) komunitas yang ada di potlot adalah mereka yang merupakan anak dari orang berada yang tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan uang untuk kesehariannya. Toh hal ini tidak merugikan orang lain selain dirinya dan orang tuanya. Dan kalau dibilang mereka itu kurang kreativitas, apa Bimbim dan Kaka lupa bahwa pada masa itu ada Kidnap Katrina, Oppie dan Imanez. Dan jangan lupa juga bagaimana jayanya Pulau Biru Jamming. Jadi kalau dibilang mereka dulu hanya anak manja dan tidak kreatif, sungguh pernyataan yang naif. Toh pada saat Slank ingin kembali menuju kejayaan, Renold dan Teguhlah yang membantu menyelesaikan album ke-6 mereka.
Kalau dalam perjalanan komunitas itu ada singgungan itu memang tidak dapat dihindarkan. Hal ini terjadi karena semakin kuatnya pengaruh narkotika dalam keseharian mereka. Tapi sangatlah tidak adil apabila Bimbim dan Kaka menyalahkan hal tersebut kepada generasi potlot yang dulu. Presiden pertama kitapun berkata "jas merah", jangan lupakan sejarah. Slank bisa sebesar ini memang bukan karena mereka yang ada disana tapi karena kemampuan kalian untuk bisa memahami perasaan dan pikiran sebagian besar masyarakat muda yang sedang mencari identitas. Tapi suatu band besar tentu ada berbagai hal dibelakangnya. Perang bunda untuk tetap menjaga konsistensi Slank memang tidak bisa dipungkiri, cuma satu yang saya sayangkan dari Slank sekarang. Mereka seolah berkata bahwa apa yang terjadi dulu itu hanya memberi mereka pengaruh negatif terhadap perkembanga Slank. Kalau mau jujur, boleh ditanyakan kepada para slanker sekarang kenapa suka dengan Kaka dan Bimbim, mungkin sebagian besar atau lebih dari 50 persen akan bilang karena mereka dulu tukang mabok. Hendaknya kita semua sadar bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan kita entah itu buruk ataupun baik, hendaknya menjadi pembelajaran bagi kita dan semoga kita tidak terjerumus lagi kedalam lubang yang sama. EVERYTHING THAT DON'T KILL YOU EITHER MAKE YOU STRONG OR MAKE YOU NUTS.
Jujur dulu saya bangga sebagai slanker, saya tidak malu untuk berteriak lantang bahwa saya pencinta Slank. Tapi maaf buat sekarang ini, karena sepertinya Slank tidak lagi dapat menyuarakan perasaan dan gejolak dalam hati ini, entah ini karena umur yang sudah bertambah atau apalah. Tapi menurut saya seharusnya apabila Slak tidak lari dari akarnya dan tetap konsisten dengan apa yang mereka teriakkan dulu, mungkin sampai sekarang saya akan tetap bangga sebagai slankers(ini bersifat pribadi). Saya masih ingat dalam album pertama ada tulisan SLANK=slengean, ya itulah Slank, Slank adalah ketika rambut gimbal Kaka terbelit kesana kemari karena jarang mandi, tertawa lepas yang menampakkan gigi yang hancur kehitaman dan dibalut celana jeans pendek yang dipotong sampai sebatas(maaf sensor). Ada Bimbim yang juga tertawa dengan gigi yang sama hancur dan hitamnya dan mata yang sedikit agak malas untuk terbuka. Ada juga Bongki yang jail, dengan pose yang bagaikan seorang anak gaul salah arah. Ada Pay yang tetap jaim menjaga penampilannya dan satu lagi manusia ajaib yang muncul agak dibelakang dengan senyuman kecil, Indra. Itulah Slank bagi saya. Slank bukan Kaka yang penuh tatto dan memakai celana jeans yang melorot sampai batas --------- sehingga sampai perlu disensor ketika tampil di tv dan juga bukan Bimbim yang pakai topi pelaut dan memakai baju super ketat yang memperlihatkan badan kurus kering, tapi yakin bahwa itu yang terbaik. Buat personel yang lain maaf, saya tidak perlu dan tidak butuh megomentari anda. Jujur saya rindu Slank yang dulu.

Indonesia dan Gempa


Indonesia merupakan negara yang sangat strategis secara geografis. Letaknya yang tepat di garis khatulistiwa dan merupakan gerbang untuk menuju ke benua Australia. Indonesia juga terletak di pertemuan 3 lempeng dunia yang menyebabkan terbentuknya garis pegunungan di sepanjang pulau Sumatra membentang sampai ke Maluku di utara. Selain lempeng itu, Indonesia juga dibatasi oleh 2 garis yang membedaka fauna dan flora yang ada, yaitu garis Weber di barat dan garis Wallace di timur.
Akibat dari pergerakan lempeng-lempeng tersebut maka terbentuklah lipatan dan juga patahan disepanjang pulau sumatra membentang dari aceh sampai ke jambi, dari pegunungan Burnitelong sampai gunung Kerinci. Sebenarnya banyaknya gunung api di pulau-pulau di Indonesia tidak hanya memberi efek negatif saja. Hasil letusan yang berupa lahar atau lava yang telah bercampur akan membuat tanah yang dilaluinya akan menjadi subur. Hal ini terbukit di pulau Jawa dimana tanahnya sangat cocok untuk bercocok tanam. Memang, aktifitas tektonik tersebut beberapa waktu belakangan ini telah menyebabkan terjadi beberapa kali bencana gempat di tanah air. Kerusakan terbesar yang terjadi adalah gempa di Sumatra Barat dengan kekuatan 7,6 skala Richter dan episentrum di Pariaman. Sebelumnya terjadi juga gempat di pulau Jawa yang berpusat di Tasikmalaya dan membawa kerusakan yang cukup besar pula. Pergerakan ini berlanjut sampai ke maluku, dimana disana kemungkinan terjadi tumbukan antara lempeng eurasia dan pasifik.

Kalau kita melihat catatan yang ada di BMKG, gempa itu terjadi tidak hanya sekali dua kali saja dalam sehari di Indonesia, tapi karena intensitasnya yang kecil dan kedalamnnya yang cukup jauh dari permukaan menyebabkan kita tidak merasakan dampaknya. Dengan adanya kesadaran dari pemerintah dan masyarakat bahwa negara kita ini rentan terhadap berbagai kegiatan tektonik maupun vulkanik, hendaknya pemerintah dan kita semua harus waspada akan bencana yang mungkin terjadi di kemudian hari. Kita bisa mencotoh negara Jepang yang telah menerapkan pembuatan gedung-gedung yang tahan gempa. Peringatan dini terhadap tsunami juga perlua digalakkan kembali, sehingga kerusakan yang lebih lanjut dapat dicegah dan hendaknya pemerintah secara serius membuat program yang lengkap dan terpadu terhadap penanggulangan setelah bencana.
Sampai saat ini belum ada satupun ilmuwan maupun peramal di dunia ini yang dapat menentukan secara pasti kapan akan terjadi gempa. Belum ada satupun ilmu di dunia ini yang dapat memprediksi secara tepat kapan dan dimana sebuah gempa akan terjadi. Namun ada beberapa tanda besar yang dapat menjadi petunjuk bagi kita bahwa akan terjadi gempat disuatu daerah. Tanda-tanda ini kemungkinan akan lebih jelas terlihat di daerah pedesaan ataupun daerah yang masih belum terjamah kehidupan kota. Tanda-tanda ini antara lain, turunnya binatang-binatang yang ada di dalam hutan dan menuju ke tempat-tempat yang lebih rendah, atau adanya gejala-gejala aneh dari binatang-binatang yang ada disekitar kita. Binatang mempunyai kepekaan yang lebih daripada manusia mengenai hal ini. Bagaimanapun sebagai orang yang beriman kita hendaknya bertawaqal kepada-Nya dan tetap berikhtiar dan meminta perlindungan-Nya. Wassalam.

Kontroversi Klub Poligami di Indonesia


Beberapa hari belakangan ini kita dikejutkan dengan adanya peresmian pembukaan klub poligami global ikhwan di Bandung. Hal ini sungguh menjadi kontroversi dikalangan masyarakat kita yang sangat menentang hal tersebut. Sampai-sampai mentri perempuan dan MUI mengeluarkan pernyataan keras mengenai hal ini. Klub poligami ini merupakan cabang dari klub serupa yang ada di negeri jiran yang katanya telah memiliki anggota mencapai 300 orang.
Memang poligami tidak dilarang oleh agama kita. Seseorang diperbolehkan untuk melakukan poligami apabila bisa bertindak adil terhadap para istri-istrinya. Keadilan yang disebut disini adalah keadilan lahir bathin dan itu mutlak harus dilakukan oleh mereka yang berpoligami. Kenyataan bahwa kita adalah mahluk yang mempunyai keterbatasan maka kata adil itu sudah pasti tidak akan tercapai. Sedangkan rasa adil yang dirasakan oleh setiap manusia berbeda, oleh sebab itulah mengapa manusia paling tinggi derajatnya, karena kemampuannya untuk merasakan empati dan simpati yang berbeda antara satu dan lainnya.
Banyak dari mereka yang telah berpoligami mengaku melakukan hal tersebut untuk menghindarkan zinah. Saya memang bukan ahli dalam bidang agama dan juga bukan seorang ahli kitab, tapi menurut saya untuk menghindarkan perbuatan zinah bukan dengan cara melakukan poligami. Masih banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk menghindari hal tersebut. Harta dan kekuasaan memang sangat besar pengaruhnya terhadap seseorang. Setelah kekayaan menumpuk maka keinginan untuk berpoligamipun akan muncul. Memang, tidak semua orang seperti itu, tapi banyak contoh bahwa hal itu terjadi antara lain karena faktor tersebut.
Saya mendukung pelarang pendirian klub tersebut di Indonesia. Deklarasi atau pernyataan terhadap klub ini sebenarnya justru akan melemahkan pandangan pihak lain terhadap agama kita. Walaupun memang hal itu tidak dilarang akan tetapi bukanlah suatu hal yang bijaksana untuk menyebarluaskan hal seperti itu. Pihak lain yang memang tidak suka dengan kita akan mempunyai celah untuk menyerang kita. Selain itu dengan adanya peresmian tersebut justru memperlihatkan sikap ria dari mereka yang melakukannya.
Satu yang saya sayangkan, mengapa mereka-mereka yang melakukan poligami itu justru mereka-mereka yang sangat tahu agama, seperti ustadz ataupun kyai pemimpin pesantren. Bukankah mereka seharusnya memberi suri tauladan bagi para jemaahnya. Ya seperti lagunya serious, "Ustadz juga manusia".